Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

BPIP Undang Semua Mantan Presiden dan Wakil Presiden di Upacara Hari Lahir Pancasila

Riyan Rizki Roshali , Jurnalis-Jum'at, 29 Mei 2026 |15:12 WIB
BPIP Undang Semua Mantan Presiden dan Wakil Presiden di Upacara Hari Lahir Pancasila
Gedung Pancasila (foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menjadi inspektur upacara dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Gedung Pancasila, Jakarta Pusat, pada 1 Juni 2026 mendatang. Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) juga akan mengundang seluruh mantan presiden dan wakil presiden RI.

"Ini bagian dari proses membangun gotong royong bersama, kolaboratif semuanya. Semua presiden maupun wakil presiden pastinya kita undang semuanya," kata Sekretaris Utama BPIP, Tonny Agung Arifianto kepada wartawan, Jumat (29/5/2026).

Meski demikian, Tonny belum menjelaskan secara rinci mantan presiden dan wakil presiden yang sudah mengonfirmasi kehadiran dalam upacara tersebut.

"Nanti tepatnya di hari Sabtu besok, kepastian terkait konfirmasi siapa saja yang hadir akan kami sampaikan kepada media," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BPIP Yudian Wahyudi mengatakan peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni mendatang menjadi momentum kebangkitan bersama.

 

Yudian mengajak masyarakat menjadikan Pancasila sebagai living ideology atau nilai-nilai yang hidup dalam kehidupan sehari-hari.

"Kita mengajak seluruh elemen bangsa, terutama para pemuda, untuk menjadikan Pancasila sebagai living ideology, yaitu nilai-nilai yang hidup dan dihayati masyarakat, serta sebagai working ideology, yaitu nilai yang diterapkan dalam penyelenggaraan negara," ucapnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menyemarakkan Hari Lahir Pancasila melalui media sosial, agar nilai-nilai Pancasila tidak sekadar menjadi tulisan di dinding atau teks dalam buku sejarah.

"Kami juga mengajak masyarakat untuk menyemarakkan Hari Lahir Pancasila melalui media sosial dengan menyebarkan pesan persatuan, toleransi, gotong royong, serta semangat cinta tanah air," imbuhnya.

"Jangan biarkan nilai-nilai luhur Pancasila hanya menjadi tulisan di dinding atau teks dalam buku sejarah. Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan terus hidup," pungkasnya.
 

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement