Pemerintah juga telah menjelaskan kerja sama dengan sejumlah hasil nyata, meliputi bidang ekonomi, investasi, pertahanan, hingga pembukaan akses pasar baru yang berpotensi memberikan manfaat jangka panjang bagi Indonesia.
Hal tersebut menjadi indikator diplomasi yang dijalankan pemerintah memiliki orientasi yang jelas terhadap kepentingan nasional. Di sisi lain, ia menilai kritik dan masukan dari berbagai kalangan tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Namun, kritik yang disampaikan seharusnya didasarkan pada data dan fakta yang utuh agar menghasilkan diskursus publik yang objektif.
“Kami menghormati pandangan Bapak Dino Patti Djalal sebagai diplomat senior. Namun kami tidak sependapat apabila kunjungan luar negeri Presiden dipersepsikan seolah hanya membebani negara atau tidak menghasilkan manfaat strategis. Fakta-fakta yang telah dipaparkan pemerintah menunjukkan sebaliknya,” tuturnya.
Pihaknya juga menilai penjelasan pemerintah sudah tepat ketika menegaskan berbagai kunjungan luar negeri Presiden dilakukan berdasarkan kebutuhan strategis nasional. Langkah tersebut dinilai relevan dengan dinamika geopolitik dan ekonomi global yang berkembang sangat cepat.
Keberhasilan diplomasi Indonesia perlu dilihat secara objektif melalui hasil yang telah dicapai, termasuk semakin luasnya jejaring kerja sama internasional dan meningkatnya minat investasi terhadap Indonesia. Menurutnya, capaian-capaian tersebut menunjukkan semakin kuatnya posisi Indonesia dalam percaturan global.