Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Hizbullah Tolak Pembaruan Gencatan Senjata Antara Israel dan Lebanon

Rahman Asmardika , Jurnalis-Jum'at, 05 Juni 2026 |19:05 WIB
Hizbullah Tolak Pembaruan Gencatan Senjata Antara Israel dan Lebanon
Asap mengepul dari daerah Nabatieh di Lebanon selatan menyusul serangan Israel, 4 Juni 2026. (Foto: Reuters)
A
A
A

Kesepakatan itu tidak menyertakan peta apa pun untuk menunjukkan di mana zona percontohan akan berada, atau penjelasan tentang bagaimana zona tersebut dapat berfungsi dalam praktiknya.

Kesepakatan itu menyusul gencatan senjata parsial yang diumumkan pada Senin (1/6/2026), yang menurut Lebanon akan membuat Israel menahan diri dari membom ibu kota Lebanon, Beirut, sebagai imbalan atas tidak adanya serangan Hizbullah terhadap Israel.

Perwakilan kedua negara akan bertemu lagi pada 22 Juni untuk mengadakan pembicaraan lebih lanjut "dengan tujuan mencapai kesepakatan komprehensif".

Hizbullah, milisi Muslim Syiah, partai politik, dan gerakan sosial, adalah kelompok paling kuat di Lebanon. Dengan dukungan dari Iran, mereka telah membangun angkatan bersenjata yang lebih tangguh daripada tentara Lebanon dan telah terlibat dalam serangkaian konflik dengan Israel. Mereka ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh Israel dan banyak negara lain, termasuk Inggris dan AS.

Presiden Lebanon, Joseph Aoun, mengatakan gencatan senjata "dapat diimplementasikan dalam waktu 24 jam setelah persetujuan akhir" oleh semua pihak terkait.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan militer Israel "untuk sementara waktu akan melanjutkan tembakan dan operasi di darat" untuk "menghancurkan infrastruktur teroris di daerah tersebut".

Media Lebanon melaporkan beberapa serangan Israel di seluruh Lebanon selatan pada Kamis.

Kantor Berita Nasional (NNA) yang dikelola negara mengatakan lima orang tewas dalam serangan udara di kota Sohmor di Lembah Bekaa pada hari Kamis, dan satu orang lagi tewas ketika sebuah sepeda motor menjadi sasaran pesawat Israel di kota Maaroub, dekat kota Tyre.

Pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) sementara itu mengatakan salah satu penjaga perdamaiannya meninggal karena luka yang dideritanya ketika peluru mortir menghantam posisinya di dekat Marjayoun pada Rabu malam.

Kementerian Pertahanan Serbia mengidentifikasinya sebagai Sersan Senior Milovan Jovanovic, salah satu dari sekitar 170 pasukan penjaga perdamaian Serbia dalam pasukan yang berjumlah 7.500 orang.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement