Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Balas Serangan AS, Iran Gempur 21 Target Militer hingga Pangkalan di Yordania

Rahman Asmardika , Jurnalis-Rabu, 10 Juni 2026 |15:55 WIB
Balas Serangan AS, Iran Gempur 21 Target Militer hingga Pangkalan di Yordania
Asap membumbung dampak serangan Iran terhadap armada kelima AS di Bahrain pada Maret 2026.
A
A
A

TEHERAN - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan serangan drone (pesawat tanpa awak) yang menargetkan markas Armada Kelima Amerika Serikat (AS) di Bahrain. Mereka menyebut operasi tersebut sebagai pembalasan langsung atas serangan udara Amerika di Iran selatan.

IRGC mengatakan pada Rabu, (10/6/2026) pagi bahwa 21 target militer AS, termasuk pangkalan udara dan angkatan laut di seluruh wilayah tersebut, telah diserang.

Dalam pernyataan yang disiarkan oleh media pemerintah, Garda Revolusi berjanji akan mengerahkan tindakan pembalasan yang lebih berat jika operasi militer AS terus berlanjut.

IRGC juga mengklaim telah menembak jatuh drone MQ-9 Reaper Amerika di atas Provinsi Bushehr selatan, demikian dilansir dari TRT.

Secara bersamaan, Garda Revolusi menyatakan telah melancarkan serangan drone terhadap pangkalan udara Ali Al Salem di Kuwait. Militer Kuwait kemudian mengonfirmasi insiden tersebut dan menyatakan bahwa jaringan pertahanan udaranya berhasil melumpuhkan target udara musuh.

Eskalasi ini menyusul serangan presisi AS yang meluas di beberapa lokasi di Iran selatan, termasuk Jask, Sirik, dan Pulau Qeshm. Dalam aksi tersebut, AS menyerang 20 target di Iran, termasuk menara telekomunikasi.

Rudal Jarak Jauh

Dalam perluasan besar bentrokan regional ini, IRGC menggunakan rudal jarak jauh untuk menyerang pangkalan Al-Azraq di Yordania, menurut laporan media Iran.

Garda Revolusi mengatakan mereka menargetkan empat area spesifik di pangkalan Al-Azraq AS, dengan target mencakup hanggar jet tempur F-35 serta pusat komando dan kendali.

 

Tentara Yordania menyatakan bahwa puing-puing berjatuhan setelah pencegatan rudal dilakukan, tanpa ada korban jiwa atau kerusakan yang dilaporkan.

Sementara itu, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan telah menyelesaikan serangan terhadap Iran sebagai tanggapan atas jatuhnya helikopter Apache Angkatan Darat AS.

Pasukan CENTCOM menyerang pertahanan udara Iran, stasiun kendali darat, dan situs radar pengawasan di dekat Selat Hormuz menggunakan amunisi presisi dari jet tempur Angkatan Udara dan Angkatan Laut AS, menurut pernyataan Komando Pusat.

Operasi tersebut merupakan "respons proporsional" terhadap serangan baru-baru ini terhadap pasukan AS dan kapal komersial internasional yang melintasi perairan regional, sebut pernyataan itu.

Hampir semua rudal dan drone yang diluncurkan oleh Iran berhasil dicegat, kata seorang pejabat AS, mengutip penilaian awal. Lebih lanjut, pejabat AS tersebut mengatakan bahwa hingga saat ini mereka tidak menerima laporan adanya korban dari personel AS atau kerusakan signifikan pada fasilitas AS.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement