Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

KSP Dudung Dengar Langsung Kritik Mahasiwa soal Ekonomi hingga MBG

Binti Mufarida , Jurnalis-Minggu, 14 Juni 2026 |20:00 WIB
KSP Dudung Dengar Langsung Kritik Mahasiwa soal Ekonomi hingga MBG
KSP Dudung Dengar Langsung Kritik Mahasiwa soal Ekonomi hingga MBG
A
A
A

Mahasiswa kedua, Naufal Syahfahlevie Samosir dari fakultas yang sama, juga secara kritis menguji reliabilitas visi swasembada pangan menuju Indonesia Emas 2045.

Analisis mahasiswa tersebut menyoroti aspek fundamental yang sering terlupakan, yakni durasi regenerasi manusia. Ia memaparkan bahwa mencetak seorang petani yang mandiri, adaptif, dan tangguh memerlukan investasi waktu yang panjang, berkisar antara 10 hingga 12 tahun.

Pembangunan infrastruktur fisik dan teknologi pertanian akan berakhir sia-sia jika pemerintah tidak memiliki strategi makro jangka panjang untuk menarik minat generasi muda dan memotong stigma negatif profesi petani. “Tanpa regenerasi petani yang kuat, cita-cita swasembada pangan yang berkelanjutan akan menghadapi tantangan yang besar di masa depan,” jelas mahasiswa kedua.

Menjawab kerangka berpikir tersebut, Dudung mengawalinya dengan meluruskan dikotomi konseptual di ruang publik. Ia membedakan antara swasembada pangan (kemandirian total ragam pangan nasional agar tidak tergantung impor) dengan swasembada beras (fokus pemenuhan karbohidrat utama melalui intensifikasi benih unggul/mekanisasi dan ekstensifikasi lahan luar Jawa).

Dudung juga mengklarifikasi bahwa besarnya cadangan beras di gudang Bulog bukan indikator tunggal swasembada, melainkan instrumen intervensi darurat negara. Terkait regenerasi, dia membenarkan data bahwa mayoritas petani Indonesia berumur di atas 40 tahun dan menegaskan bahwa modernisasi teknologi adalah kunci utama agar sektor agraria kembali memikat di mata generasi muda.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement