Dalam peristiwa lain, saat konfrontasi Indonesia-Malaysia di hutan Kalimantan Utara pada 1964, Benny kembali menghadapi situasi berbahaya. Ia sempat diburu pasukan SAS Inggris ketika menjalankan misi penyusupan jauh ke wilayah musuh—sebuah tugas dengan risiko tinggi.
Bersama tim kecil RPKAD, Benny menyusuri hutan lebat dengan berjalan kaki selama berjam-jam. Misi tersebut bertujuan membuka jalur bagi pasukan utama Angkatan Darat yang akan melancarkan serangan ke Malaysia.
Dalam perjalanan, mereka menembus hutan dan menyeberangi sungai menggunakan perahu. Benny menyadari bahwa pasukan Inggris selalu siaga terhadap kemungkinan penyusupan.