“Dengan adanya demo ini, jadi saya mengetahui tentang gizi anak-anak seperti apa, terus makanan apa saja sih yang baik untuk anak-anak dan ibu hamil. Perasaan saya senang banget sudah ada di Kampung Cibilik, tepatnya di Posyandu 07, saya senang banget,” ungkap Fitri.
Sementara itu, Nutrisionis Puskesmas Cicurug, Ratna Kurnia Sari menjelaskan, ikan lele sendiri merupakan satu panganan yang cukup mudah ditemukan karena dibudidayakan di kampung tersebut. Namun, cara penyajian yang nampak biasa saja terkadang membuat anak-anak tidak mau mengonsumsi ikan lele.
Sehingga, perlu adanya cara pengolahan baru terhadap ikan lele agar lebih diminati oleh anak-anak. Salah satunya dengan adanya demo masak dan edukasi gizi dari MNC Peduli dan MNC Tourism.
“Biasanya anak-anak itu tidak pernah diolah kan dari orang tua, jadi bukan karena anak-anak tidak mau makan ikan lele tetapi dari keluarga tidak menyediakan jadi anak tidak tahu rasanya. Terus, yang kedua PR-nya, lele harus diolah menjadi makanan dalam bentuk lain. Jangan utuh langsung digoreng, itu nanti peminatannya kurang,” jelas Ratna.
Menurutnya, pengolahan ikan lele yang lebih baik dalam demo masak kali ini ditambah dengan edukasi gizi bisa menjadi langkah awal untuk memperbaiki pola makan anak-anak. Sebab, pola makan sendiri menjadi satu hal yang patut diperbaiki, mengingat banyak anak-anak di kampung tersebut yang justru tidak diasuh secara langsung oleh orang tua mereka.
“Orang tua itu banyak yang masih bekerja di sini. Karena ibu bekerja diasuh oleh nenek, jadi ya itu ujung-ujungnya nanti akan berperilaku ke dalam pola makannya itu sendiri,” tutur dia.