KUANTAN SINGINGI - Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Provinsi Riau ke-44 yang akan digelar di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), pada 2026 dinilai tidak hanya menjadi ajang syiar Islam, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Kehadiran peserta dan tamu dari berbagai kabupaten dan kota di Riau diperkirakan akan meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat selama pelaksanaan kegiatan.
Ketua DPW Partai Perindo Provinsi Riau sekaligus Wakil Bupati Indragiri Hulu, Hendrizal menilai MTQ merupakan momentum strategis untuk memperkuat kehidupan keagamaan masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha lokal.
"MTQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca Al-Qur'an. Lebih dari itu, MTQ merupakan sarana membangun generasi Qurani yang berakhlak, berilmu, dan memiliki kepedulian terhadap kemajuan daerah. Karena itu, pelaksanaannya harus mampu memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat," kata Hendrizal, Jumat (19/06/26).
Dorong Perputaran Ekonomi Masyarakat
Penyelenggaraan MTQ tingkat provinsi diperkirakan akan menghadirkan ribuan warga, pendamping, dan pengunjung dari berbagai daerah. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat, terutama pada sektor UMKM, kuliner, transportasi, serta jasa penginapan.
Ketua DPD Partai Perindo Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) Rowandri itu menilai, momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk memperluas peluang usaha masyarakat dan memperkuat ekonomi lokal yang menjadi penopang utama perekonomian daerah.
"MTQ Provinsi Riau 2026 tidak hanya menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kuansing, tetapi juga peluang untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. Kehadiran peserta dan tamu dari berbagai daerah harus memberikan manfaat bagi pelaku UMKM, pedagang kecil, dan sektor usaha lokal lainnya," kata Rowandri.
Selain memberikan dampak ekonomi jangka pendek, pelaksanaan MTQ juga dinilai dapat memperluas promosi berbagai produk unggulan daerah yang selama ini menjadi kekuatan ekonomi masyarakat Kuansing.
Jadi Ajang Promosi Potensi Daerah
Menurut Rowandri, MTQ Provinsi Riau 2026 ini menjadi kesempatan penting untuk memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat luas, termasuk sektor pariwisata dan budaya yang dimiliki daerah tersebut.
"MTQ Provinsi Riau 2026 menjadi kesempatan bagi Kuansing untuk menunjukkan kesiapan daerah, memperkenalkan budaya lokal, serta memperkuat daya tarik wisata yang dimiliki. Karena itu, seluruh elemen masyarakat perlu bersama-sama menyukseskan agenda ini agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan," ujar Rowandri.
Karena itu, dia berharap seluruh persiapan menuju MTQ dapat dilakukan secara optimal sehingga kegiatan tersebut tidak hanya sukses sebagai agenda keagamaan tingkat provinsi, tetapi juga meninggalkan dampak ekonomi dan sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat Kuantan Singingi.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.