Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Teken Perjanjian Damai dengan AS, Dubes Iran: InsyaAllah Kita Dapat Perdamaian Permanen di Kawasan

Achmad Al Fiqri , Jurnalis-Jum'at, 26 Juni 2026 |10:30 WIB
Teken Perjanjian Damai dengan AS, Dubes Iran: InsyaAllah Kita Dapat Perdamaian Permanen di Kawasan
Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, H.E. Mohammad Boroujerdi (foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, H.E. Mohammad Boroujerdi menyampaikan, Iran tak ingin merugikan perekonomian dunia. Ia menyatakan, Iran pun ingin mewujudkan perdamaian di Dunia. Untuk itu, ia berharap, perjanjian damai antara Iran dan Amerika Serikat (AS)  bisa mewujudkan perdamaian yang permanen di kawasan.

Hal itu diungkapkan Boroujerdi dalam diskusi Serikat Jurnalis Islam Indonesia (Sajid) bertajuk " Perang, Diplomasi dan Media: Membaca Timur Tengah dari Perspektif Iran," di AQL islamic Center, Jakarta Selatan, Jumat (26/6/2026).

"Jadi, itulah yang kami lakukan dengan Amerika Serikat. Kami berbicara dengan mereka, kami memiliki nota kesepahaman (MoU) ini dengan 14 pasal, dan tim kami sedang membicarakannya karena kami tidak ingin merugikan perekonomian dunia, bangsa-bangsa dunia yang damai, kami tidak ingin mempercepat ketegangan dalam situasi tersebut di kawasan, stabilitas di kawasan," kata Boroujerdi.

Boroujerdi menyampaikan, pihaknya mencoba untuk mengendalikan situasi. "Sekarang negosiasi terus berjalan, dan kami berharap, insyaallah, kita mendapatkan perdamaian yang permanen dan inklusif di kawasan ini serta di dunia melalui negosiasi ini," tuturnya.

Ia menegaskan, Iran tidak pernah mempercayai pihak lawan. Hal itu didasari atas sejumlah pengalaman pengkhianatan yang dialami Iran.

"Pertama kali, apa yang terjadi dengan kesepakatan nuklir, JCPOA, yang kami miliki bersama Amerika Serikat dan lima negara lainnya? Mereka keluar begitu saja secara sepihak," ucap Boroujerdi.

 

"Kedua kali, kami berbicara dengan mereka, kami mengadakan lima kali, lima putaran negosiasi, dan Menlu Oman selaku mediator netral menyampaikan bahwa negosiasi berjalan sangat baik dan kita akan menulis kesepakatannya, namun setelah lima putaran negosiasi tersebut, kami diserang lagi," tambahnya.

Ketiga, kata Boroujerdi, pihaknya bernegosiasi dengan AS. Tetapi, kata dia, saat hendak mencapai kesepakatan, Iran diserang oleh Israel dan AS.

"Kami mencoba berada di pihak yang baik, namun kami tidak mempercayai siapa pun. Kami siap, angkatan bersenjata kami siap menghadapi segala bentuk serangan, segala bentuk pengkhianatan terhadap negosiasi. Namun kami tetap melangkah, kami masih terus melangkah karena kami tidak ingin mempercepat ketegangan di kawasan ini," pungkasnya.
 

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement