Senada, Mahdi, seorang pelajar, mengaku tidak keberatan mengantre selama 10 hingga 12 jam demi mengikuti prosesi tersebut.
"Menunggu selama itu bukan apa-apa. Rasanya seperti kami sedang mengikuti upacara berkabung anggota keluarga sendiri," ujarnya.
Untuk mendukung kelancaran prosesi pemakaman, Pemerintah Provinsi Teheran menutup seluruh aktivitas pemerintahan di wilayah tersebut mulai Sabtu hingga Selasa.
Gubernur Teheran, Mohammad Sadegh Motamediyan mengatakan, kebijakan itu diambil guna memfasilitasi pelaksanaan rangkaian pemakaman dan mengakomodasi jutaan pelayat yang diperkirakan datang dari berbagai wilayah.
Sebelumnya, Juru Bicara Pemerintah Iran Fatemeh Mohajerani juga mengumumkan Selasa sebagai hari libur di Teheran agar masyarakat dapat mengikuti prosesi penghormatan terakhir sekaligus mempermudah arus kepulangan para pelayat setelah rangkaian acara selesai.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.