Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Audiensi dengan Pimpinan BGN, KPK: Bahas Pencegahan Korupsi

Nur Khabibi , Jurnalis-Selasa, 07 Juli 2026 |12:03 WIB
Audiensi dengan Pimpinan BGN, KPK: Bahas Pencegahan Korupsi
Jubir KPK Budi Prasetyo (Foto: Nur Khabibi/Okezone)
A
A
A

Ketiga, pendekatan yang sentralistis dengan BGN sebagai aktor tunggal dinilai meminggirkan peran pemerintah daerah serta melemahkan mekanisme checks and balances dalam penentuan mitra, lokasi dapur, dan pengawasan.

Keempat, terdapat potensi konflik kepentingan yang tinggi dalam penentuan mitra SPPG/dapur karena kewenangan yang terpusat serta belum adanya SOP yang jelas.

Kelima, transparansi dan akuntabilitas dinilai masih lemah, terutama dalam proses verifikasi dan validasi yayasan mitra, penentuan lokasi dapur, serta pelaporan dan pertanggungjawaban keuangan.

Keenam, banyak dapur belum memenuhi standar teknis SPPG sehingga berdampak pada munculnya kasus keracunan makanan di berbagai daerah.

Ketujuh, pengawasan keamanan pangan belum optimal karena masih minimnya keterlibatan Dinas Kesehatan dan BPOM sesuai dengan kewenangannya. Terakhir, program MBG dinilai belum memiliki indikator keberhasilan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Selain itu, pengukuran baseline status gizi serta capaian akademik penerima manfaat juga belum dilakukan.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement