Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

20 Tahun Tsunami Pangandaran, Ahli: Gempa Megathrust Ancaman Nyata

Binti Mufarida , Jurnalis-Jum'at, 17 Juli 2026 |12:30 WIB
20 Tahun Tsunami Pangandaran, Ahli: Gempa Megathrust Ancaman Nyata
Tsunami (Foto: Ilustrasi/Freepik)
A
A
A

"Akibatnya, banyak orang tetap berada di pantai karena merasa gempa yang terjadi 'tidak berbahaya'. Pelajaran yang dapat diambil, jangan menunggu gempa terasa kuat. Jika berada di pantai dan terjadi gempa, segera evakuasi meninggalkan pantai," ujarnya.

Ketiga, Daryono mengatakan tsunami datang sangat cepat. Gelombang tsunami tiba di pantai hanya membutuhkan waktu sekitar 15–20 menit setelah gempa. Waktu tersebut terlalu singkat apabila masyarakat hanya menunggu informasi resmi. Pelajaran untuk kita, lakukan evakuasi mandiri (natural warning) jauh lebih penting daripada menunggu peringatan dini/sirene perintah evakuasi.

Keempat, edukasi masyarakat menyelamatkan lebih banyak nyawa daripada teknologi. Sistem peringatan dini, aplikasi informasi, dan sirene memang sangat penting. Namun, ketika masyarakat memahami tanda-tanda alam tsunami, mereka dapat menyelamatkan diri bahkan tanpa teknologi. Pelajarannya, mitigasi terbaik dimulai dari masyarakat yang paham risiko.

Kelima, pantai wisata memiliki risiko korban jauh lebih besar. Saat tsunami terjadi, Pangandaran sedang ramai wisatawan karena sore hari dan musim liburan. Banyak korban berasal dari wisatawan/pendatang yang tidak mengenal jalur evakuasi. Pelajarannya, seluruh destinasi wisata pantai harus memiliki jalur evakuasi, papan petunjuk evakuasi, latihan evakuasi, titik kumpul aman, dan informasi tsunami bagi wisatawan.

Keenam, jalur evakuasi harus lebih dekat daripada zona datangnya tsunami. Tinggi tsunami Pangandaran 2006 bervariasi, ada yang mencapai 5–8 meter, bahkan lebih dari 10 meter. Masyarakat hanya memiliki waktu emas yang singkat untuk selamat. Pelajarannya, evakuasi harus dirancang agar dapat dicapai dengan berjalan kaki dalam waktu singkat.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement