Dia menekankan, 20 tahun tsunami Pangandaran bukan sekadar mengenang korban, tetapi mengingatkan bahwa tsunami akan selalu menjadi ancaman nyata di pantai selatan Jawa. "Gempa di pantai yang terasa lemah bukan berarti aman. Jika berada di pantai dan terjadi gempa, segera menjauh ke tempat tinggi," imbuhnya.
Daryono mengingatkan natural warning tetap menjadi penyelamat pertama: gempa kuat atau gempa lemah berayun lama, air laut surut mendadak, dan suara gemuruh dari laut adalah tanda alam yang harus dikenali semua orang yang berada di pantai rawan tsunami.
Teknologi peringatan dini tsunami, kata Daryono, sangat penting, tetapi budaya kesiapsiagaan masyarakat adalah benteng pertahanan terakhir.
"Peringatan 20 tahun tsunami Pangandaran adalah momentum untuk membangun generasi yang tidak panik, tetapi siap menghadapi tsunami melalui pengetahuan, latihan, dan evakuasi yang cepat," pungkasnya.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.