Blokade Laut Memanas
Serangan ini terjadi setelah Houthi mengumumkan blokade maritim terhadap Arab Saudi pada 20 Juli. Langkah itu diambil menyusul meningkatnya eskalasi konflik di Yaman, termasuk serangan pemerintah Yaman terhadap Bandara Sanaa yang dikuasai Houthi untuk mencegah pesawat Iran mendarat.
Houthi menyebut embargo maritim terhadap Arab Saudi didasarkan pada prinsip "mata ganti mata" sebagai balasan atas blokade yang selama ini mereka tuduhkan dilakukan Riyadh.
Kelompok yang menguasai Sanaa sejak 2014 itu menuduh Arab Saudi selama hampir 12 tahun memberlakukan pengepungan melalui jalur darat, laut, dan udara serta mengeksploitasi sumber daya Yaman.
Jurnalis yang berbasis di Sanaa, Hussain al-Bukhaiti, mengatakan tujuan utama blokade laut tersebut adalah memaksa Arab Saudi mencabut embargo terhadap pelabuhan dan bandara yang berada di bawah kendali Houthi.
"Orang-orang yang mempertanyakan apakah Houthi dapat berhasil melakukan blokade terhadap Arab Saudi harus ingat betapa suksesnya Houthi menutup akses ke Laut Merah bagi pelabuhan-pelabuhan Israel, yang pada akhirnya mengakibatkan penutupan Pelabuhan Eilat di Israel selatan," ujarnya kepada Al Jazeera.
Ia juga mengingatkan bahwa Amerika Serikat pada akhirnya mencapai kesepakatan dengan Houthi melalui mediasi Oman pada Mei 2025.
Sementara itu, Arab Saudi membantah tudingan telah mengepung rakyat Yaman. Sejumlah pihak juga menilai Houthi sendiri pernah menolak usulan Yordania untuk melanjutkan penerbangan antara Amman dan Sanaa.