JAKARTA - Sebuah babak baru dimulai bagi para perwira muda Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), usai dilantik di halaman depan Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 22 Juli 2026. Di hadapan Presiden Prabowo Subianto, mereka mengucapkan janji untuk mengabdikan diri kepada bangsa dan negara.
Di antara para perwira yang dilantik dalam Upacara Prasetya Perwira (Praspa) TNI dan Polri Tahun 2026 tersebut, berdiri Calvin Tidar Sakti dan Yehezkiel Bonaventura Yudaniarman. Keduanya meraih Adhi Makayasa, penghargaan bagi lulusan terbaik dari akademi masing-masing.
Bagi Calvin, peraih Adhi Makayasa Akademi Militer 2026, pelantikan langsung oleh Presiden menjadi salah satu pencapaian tertinggi dalam perjalanan hidupnya. Namun, lebih dari kebanggaan atas pangkat yang kini tersemat di pundaknya, ia menangkap pesan mendalam dari arahan Presiden.
“Bapak Presiden juga menyatakan bahwa pangkat yang tertempel di pundak kami ini bukan hanya sebuah tanda kehormatan ataupun sebuah pangkat, tapi ini juga merupakan suatu tanggung jawab dan juga amanah dari rakyat kepada kami Tentara Nasional Indonesia, Angkatan Darat khususnya,” ujar Calvin, dikutip, Kamis (23/7/2026).
Kalimat itu menjadi pengingat bahwa kelulusan bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari pengabdian yang sesungguhnya. Bagi Calvin, kesempatan bertemu dan dilantik langsung oleh Presiden Prabowo merupakan motivasi untuk terus bertumbuh menjadi seorang pemimpin.
“Ini merupakan suatu motivasi dan langkah pertama saya untuk nanti ke depannya bisa menjadi pemimpin yang hebat,” tuturnya.
Di balik pencapaian tersebut, ada doa orang tua yang terus menyertai langkahnya. Calvin mengungkapkan bahwa selama menjalani pendidikan di Akademi Militer, kedua orang tuanya menguatkannya melalui motivasi dan doa.
“Orang tua saya hanya memberikan motivasi dan juga doa. Itu merupakan salah satu tekad dan dukungan yang paling kuat dari kedua orang tua saya,” katanya.
Selain dukungan keluarga, kebersamaan dengan rekan-rekan satu angkatan menjadi bagian yang paling membekas selama masa pendidikan. Pendidikan yang keras, kelelahan setelah latihan, serta berbagai rintangan terasa lebih ringan karena dilalui bersama.