“Kecelakaan transportasi laut tidak boleh terus berulang. Keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama. Saya meminta investigasi dilakukan secara menyeluruh, transparan, dan independen agar penyebab kebakaran dapat diketahui secara objektif, sekaligus menjadi dasar evaluasi terhadap kelaikan kapal, standar operasional, prosedur keselamatan, hingga sistem pengawasan yang dilakukan regulator,” ujarnya.
Sudjatmiko juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam operasi penyelamatan, mulai dari Basarnas, Kementerian Perhubungan, TNI, Polri, pemerintah daerah, para nelayan, hingga tim SAR gabungan. Ia menilai koordinasi lintas instansi dan kecepatan respons menjadi faktor penting yang memungkinkan ratusan penumpang berhasil dievakuasi dari situasi darurat di tengah laut.
“Saya mengapresiasi dedikasi dan profesionalisme seluruh personel Basarnas, Kementerian Perhubungan, TNI, Polri, serta semua pihak yang terlibat. Respons cepat mereka menunjukkan kehadiran negara dalam melindungi keselamatan masyarakat. Saya juga memberikan penghargaan atas optimalisasi berbagai sarana penyelamatan, termasuk penggunaan Rigid Inflatable Boat (RIB), kapal-kapal penyelamat, drone udara, dan peralatan pencarian lainnya yang sangat membantu mempercepat proses evakuasi maupun pencarian korban di laut,” katanya.
Selain mengusut penyebab kebakaran, Sudjatmiko mendorong pemerintah memperkuat standar keselamatan kapal penumpang, terutama pada sistem proteksi kebakaran. Menurutnya, sebagai negara kepulauan dengan lalu lintas pelayaran yang sangat tinggi, Indonesia membutuhkan standar perlindungan yang lebih ketat agar setiap kapal memiliki sistem deteksi dini, sprinkler, pompa kebakaran, hingga fire main system yang berfungsi optimal dan diuji secara berkala.
“Indonesia merupakan negara kepulauan dengan aktivitas pelayaran yang sangat tinggi. Karena itu, setiap kapal penumpang harus memiliki sistem pemadam kebakaran yang benar-benar andal, mulai dari deteksi dini, sistem sprinkler, pompa kebakaran, hingga jaringan fire main system yang mampu memanfaatkan air laut sebagai sumber pasokan air untuk pemadaman. Sistem tersebut harus diuji secara berkala agar dapat berfungsi optimal ketika keadaan darurat terjadi,” katanya.