Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jelang Muktamar Ke-35, Pemimpin PBNU Mendatang Diharapkan Independen

Arief Setyadi , Jurnalis-Rabu, 12 Agustus 2026 |16:57 WIB
Jelang Muktamar Ke-35, Pemimpin PBNU Mendatang Diharapkan Independen
Pemimpin PBNU mendatang diharapkan independen (Foto: Ist/Okezone)
A
A
A

Menurut Inayah, Muktamar ke-35 harus menjadi momentum untuk menyeleksi pemimpin dengan rekam jejak yang bersih, memiliki keberpihakan terhadap pembenahan internal organisasi, serta tetap berakar pada tradisi pesantren. Ia menilai karakter tersebut penting agar NU mampu menghadapi berbagai persoalan nasional dan global tanpa kehilangan jati dirinya.

Ketua Umum Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI PB PMII), Wulansari Aliyatul Solikhah (Wulan), menilai independensi organisasi tidak cukup hanya mengandalkan karakter seorang ketua umum. Menurutnya, tata kelola PBNU juga harus diperkuat melalui sistem yang transparan dan akuntabel. 
"Integritas adalah syarat utama. Ketika seorang pemimpin dihadapkan pada berbagai benturan kepentingan, integritas itulah yang menjadi karakter organisasi. NU itu jauh lebih besar daripada sekadar popularitas calon Ketua Umum," ujar Wulan.

Wulan menyebut sejumlah tolok ukur yang dapat digunakan untuk menilai integritas calon pemimpin, mulai dari keselarasan antara perkataan dan tindakan, rekam jejak pengabdian, keterbukaan mengenai kepentingan pribadi, keberanian mengambil keputusan yang tidak populer, hingga kemampuan membangun sistem organisasi yang berkelanjutan. 

Selain itu, Wulan dan Inayah mendorong peningkatan keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan strategis PBNU. "Perempuan NU saat ini memiliki kapasitas dan tingkat pendidikan yang setara. Kaderisasi di badan otonom seperti IPPNU, Fatayat, dan Muslimat sudah berjalan baik. Ke depan, akses perempuan di pos-pos pengambil kebijakan PBNU harus dibuka lebih lebar," kata Wulan. 

Inayah menambahkan, pentingnya memastikan hak suara serta keterwakilan perempuan dalam proses pemilihan kepemimpinan tingkat pusat. "Semakin banyak kelompok yang terwakili dalam proses pengambilan keputusan, semakin kuat pula identitas dan legitimasi NU di mata publik," tuturnya.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement