Prabowo mengatakan, efisiensi anggaran harus menjadi bagian dari pelaksanaan agenda pembangunan pemerintah. Ia berpesan tidak boleh ada proyek yang menyerap anggaran besar tetapi memberikan manfaat yang kecil untuk masyarakat.
“Saya mengajak DPR RI, DPD RI seluruh lembaga negara, pemerintah daerah dunia usaha perguruan tinggi pekerja, petani, nelayan tenaga kesehatan guru dan seluruh rakyat Indonesia untuk mengawal agenda besar kita bersama-sama kita akan melaksanakannya dengan disiplin tidak boleh ada proyek yang hanya besar pada anggaran tetapi kecil manfaat nyata bagi rakyat,” ujarnya.
Ia menekankan, setiap penggunaan anggaran negara harus memiliki tujuan dan ukuran yang jelas serta dapat dipertanggungjawabkan oleh pejabat yang menjalankannya.
“Setiap rupiah harus memiliki tujuan setiap kebijakan harus memiliki ukuran, setiap pejabat harus memiliki pertanggung jawaban,” katanya.
Prabowo juga berharap pemerintah daerah menerapkan prinsip serupa. Ia meminta provinsi serta kabupaten/kota tidak mengalokasikan anggaran untuk perayaan ulang tahun secara besar-besaran.
Prabowo berharap prinsip efisiensi tersebut menjadi pertimbangan dalam pembahasan RAPBN 2027. Ia meminta proses pembahasan anggaran dilakukan secara terbuka dan konstruktif serta sepenuhnya berorientasi pada kepentingan rakyat.
“Besar harapan saya agar pembahasan RAPBN 2027 dilaksanakan secara terbuka konstruktif berorientasi sepenuhnya kepada kepentingan rakyat,” pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.