Untuk memperkuat penanganan, Polri telah mengerahkan 236 personel BKO ke NTT dengan berbagai kemampuan, mulai dari SAR dan evakuasi, pelayanan kesehatan, K9, trauma healing, pengamanan, hingga pendistribusian bantuan.
"Kami juga menyiapkan sarana angkut udara berupa pesawat Beechcraft, pesawat CN, serta helikopter untuk mendukung evakuasi, pengiriman bantuan dan logistik, sekaligus melakukan pemantauan terhadap wilayah-wilayah yang belum dapat dijangkau secara optimal melalui jalur darat," tutur Sigit.
Terkait penanganan bencana, Sigit menyebut Polri akan terus bergerak dan melakukan evaluasi setiap hari untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak, mulai dari tenda, obat-obatan, makanan, pakaian, tempat tidur, genset, MCK, hingga kebutuhan lainnya dapat segera dipenuhi secara bertahap.
"Kami juga memohon maaf apabila masih terdapat bantuan yang belum dapat menjangkau beberapa wilayah dengan cepat karena kendala akses dan jalur distribusi. Namun, berbagai alternatif terus kami siapkan agar bantuan dapat segera sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Kita semua berdoa agar kondisi segera membaik, seluruh proses penanganan berjalan lancar, dan masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti sediakala," papar Sigit.
Sementara itu, Titiek Soeharto menyebut peninjauan tersebut dilakukan untuk mengetahui secara langsung apa saja yang masih dibutuhkan masyarakat. Karena bencana ini baru terjadi, tentunya proses pemenuhan kebutuhan masih terus berjalan.