"Wilayah yang cepat pendataan, maka akan cepat juga bantuan disalurkan. Untuk itu Bapak Menteri dalam setiap dialog dengan penyintas gempa selalu mengingatkan pemerintah butuh data yang valid dan cepat yang dilakukan oleh kepala desa," lanjutnya.
Arahan tersebut sejalan dengan perhatian Mendagri terhadap pentingnya kesiapsiagaan Pemda dalam menghadapi kemungkinan gempa susulan. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa susulan masih berpotensi terjadi di Pulau Flores dalam kurun waktu dua minggu hingga satu bulan ke depan.
Safrizal ZA menekankan bahwa masa tanggap darurat harus dimanfaatkan untuk membangun basis data yang kuat dan terintegrasi. Pendataan yang dilakukan hingga tingkat desa dinilai penting agar pemerintah pusat dan pemerintah daerah memiliki gambaran yang sama mengenai tingkat kerusakan dan kebutuhan masyarakat.
Menurut Safrizal, keterlibatan kepala desa dan perangkat di tingkat paling dekat dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam mempercepat proses verifikasi data. Dengan data yang akurat, kebutuhan mendesak masyarakat dapat segera dipetakan, sementara pemerintah juga dapat mulai menyiapkan tahapan penanganan pascabencana.
Sinergi antara arahan Mendagri dan penguatan teknis pendataan yang dikawal Dirjen Bina Adwil Safrizal ZA diharapkan dapat mempercepat seluruh tahapan penanganan bencana di Sikka.
‘’Mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, pemetaan kerusakan, penyaluran bantuan, hingga persiapan rehabilitasi dan rekonstruksi,’’pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.