Karena harus menuju Pekanbaru sebelum melanjutkan perjalanan umrah bersama ibunya pada Selasa 8 September 2026, Riyan memilih opsi reschedule. Maskapai kemudian menawarkan penerbangan terakhir pukul 18.55 WIB.
“Nah, dari pihak maskapai itu menawarkan di pesawat terakhir di jam 18.55. Ya sudah saya memutuskan untuk 18.55, tapi sebelum itu saya mempertanyakan juga kembali, 'Tapi itu dengan catatan kondisinya masih sama ya Mas, apakah mengikuti situasi terkini gitu ya?'. Nah, dia bilang 'Iya masih mengikuti juga dari, dari pihak Kemenhub dan BMKG gitu melihat aktivitas dari erupsi ini',” ujarnya.
Riyan akhirnya memilih menunggu di bandara. Namun, sekitar pukul 13.30-14.00 WIB, ia kembali mendapat pesan dari maskapai bahwa penerbangan pukul 18.55 WIB mengalami penundaan.
“Namun ketika di jam 13.30 atau 14 gitu saya mendapatkan pesan WhatsApp dari pihak maskapai bahwa pesawat saya yang di 18.55 ini mengalami penundaan kembali gitu kan,” tuturnya.
Tak lama kemudian, penerbangan Citilink yang akan ditumpanginya juga dinyatakan mengalami pembatalan atau penundaan hingga hari berikutnya. Riyan pun akhirnya memilih refund karena belum ada kepastian.
“Nah, terus ya sudah enggak lama kemudian dari maskapai saya yang Citilink juga mengalami pembatalan atau penundaan sampai besok gitu kan. Nah, ya sudah akhirnya saya memutuskan untuk refund karena memang belum ada kejelasan,” kata Riyan.