“Saat ini pemadaman dan pendinginan terus dilakukan. Dari luas lahan terbakar 26,5 hektare, sebanyak 16,5 hektare sudah berhasil dipadamkan. Penanganan terhadap sekitar 10 hektare sisanya terus kami maksimalkan, termasuk melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi kembali menyala,” ujarnya, Selasa (8/9/2026).
Menurutnya, proses pendinginan menjadi tahapan penting setelah pemadaman karena api pada lahan tertentu masih dapat tersimpan di bawah permukaan. Karena itu, personel terus melakukan pembasahan dan pengecekan berulang terhadap area yang telah dipadamkan.
“Kami tidak hanya mengejar api padam, tetapi memastikan lokasi benar-benar dingin dan aman. Personel akan terus bekerja dan melakukan pemantauan agar kebakaran tidak kembali muncul maupun meluas ke wilayah lainnya,” tegasnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Nandang Mu'min Wijaya menegaskan bahwa jajaran Polda Sumsel terus mengoptimalkan seluruh langkah penanganan Karhutla, mulai dari pemadaman hingga pendinginan dan pemantauan pascapemadaman.
“Penanganan tidak berhenti ketika api sudah padam. Pendinginan dan pengecekan kembali harus dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali. Seluruh jajaran terus dimaksimalkan agar Karhutla dapat segera dikendalikan,” ujarnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.