Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda Hari Ketiga, Tim SAR Perluas Area

Jonathan Simanjuntak , Jurnalis-Kamis, 10 September 2026 |10:48 WIB
Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda Hari Ketiga, Tim SAR Perluas Area
Illustrasi Tim SAR lakukan pencarian 5 jurnalis di Selat Sunda (foto: AI)
A
A
A

JAKARTA - Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Banten, kembali melakukan pencarian terhadap speedboat yang hilang kontak saat mengangkut delapan orang, termasuk lima jurnalis, di Selat Sunda. Memasuki hari ketiga, area operasi pencarian diperluas.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad mengatakan, area pencarian diperluas menjadi enam sektor dengan total luas mencapai sekitar 2.483 nautical mile persegi.

"Memasuki hari ketiga, kami memperluas area pencarian dan mengerahkan lebih banyak unsur serta sarana," ujar Al Amrad dalam keterangannya, Kamis (10/9/2026).

Pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya Basarnas, TNI AL, Polairud, BPBD, Potensi SAR, nelayan, dan masyarakat. Operasi tersebut didukung sejumlah kapal dan RIB, serta drone thermal, peralatan SAR air, medis, komunikasi, dan berbagai perlengkapan pendukung lainnya.

"Seluruh kekuatan yang tersedia kami optimalkan untuk menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian," lanjut Al Amrad.

 

Dalam pelaksanaan operasi, faktor cuaca menjadi salah satu perhatian. Kondisi di wilayah pencarian dilaporkan cerah berawan tebal, dengan angin dari selatan ke utara sekitar 15 knot. Ketinggian gelombang berkisar 2,5 hingga 4 meter.

"Kami terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi di lapangan. Keselamatan personel tetap menjadi prioritas, namun upaya pencarian akan terus kami lakukan secara maksimal. Kami berharap seluruh korban segera ditemukan dan dapat kembali kepada keluarga," pungkasnya.

Hingga saat ini, delapan orang tersebut masih berstatus dalam pencarian. Tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran di wilayah perairan Selat Sunda.

Peristiwa hilang kontak speedboat bermula saat kapal bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, menuju Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Perjalanan diperkirakan memakan waktu sekitar dua jam.

Pada pukul 14.42 WIB, kapal dilaporkan hilang kontak di antara perairan Carita dan Gunung Anak Krakatau.

Komunikasi terakhir tercatat pada pukul 18.13 WIB dengan posisi di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau. Setelah itu, kapal tidak dapat kembali dihubungi.

 

Kapal tersebut mengangkut lima jurnalis. Sementara tiga orang lainnya merupakan kapten kapal, anak buah kapal (ABK), dan pemandu. Delapan orang yang masih dalam pencarian tersebut yakni:

1. Warta (kapten kapal), 55 tahun
2. Surakman (ABK), 60 tahun
3. Heriyanto (pemandu), 49 tahun
4. M. Bagus Khoirunnas (pewarta foto Antara)
5. Arie Basuki (pewarta foto Merdeka.com)
6. Yudistiro Pranoto (pewarta foto iNews.id), 43 tahun
7. Firdaus Wajidi (jurnalis Anadolu Agency)
8. Donal Husni (freelance)
 

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement