Setelah erupsi menerus berakhir, hingga 11 September 2026 pukul 06.00 WIB tercatat 14 kali erupsi Strombolian.
“Kembalinya erupsi Strombolian yang merupakan karakteristik erupsi Gunungapi Anak Krakatau untuk sementara ini diinterpretasikan sebagai akhir dari episode erupsi menerus yang cukup panjang,” kata Lana.
Meski demikian, Badan Geologi menegaskan potensi letusan Gunung Anak Krakatau masih tinggi. Ancaman bahaya erupsi dapat berupa lontaran batu pijar disertai hujan abu lebat.
“Potensi ancaman bahaya lainnya berasal dari aliran lava jika erupsi menerus kembali terjadi,” ujar Lana.
Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi hingga 11 September 2026, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau tetap berada pada Level III atau Siaga.