JAKARTA - Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin kembali melanjutkan operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban KM Virgo Transport 8 pada hari kelima, Kamis (17/9/2026). Operasi pencarian kali ini dibagi menjadi dua sektor utama, yakni pencarian udara dan laut.
"Pada hari kelima operasi, strategi pencarian dibagi menjadi dua sektor utama, yaitu pencarian udara dan laut," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin, I Putu Sudayana.
Putu menjelaskan, unsur udara akan melakukan pemantauan dan penyisiran di area seluas kurang lebih 1.489 nautical mile persegi. Dalam pencarian tersebut, helikopter dari Basarnas, Polri, dan TNI AL turut dikerahkan.
"Difokuskan pada penyisiran area seluas kurang lebih 1.489 nautical mile persegi," lanjut dia.
Sementara itu, unsur laut melakukan pencarian dengan membagi area menjadi empat sektor utama. Total luas wilayah yang disisir mencapai sekitar 5.600 nautical mile persegi.
"Sementara itu, unsur laut melakukan pencarian dengan pembagian empat sektor utama dengan total luas area mencapai sekitar 5.600 nautical mile persegi," sambungnya.
Sebelumnya, pada operasi pencarian hari keempat, tim SAR gabungan telah melakukan briefing dan persiapan sebelum penyisiran. Unsur laut dan udara juga terus melakukan pencarian di sejumlah area yang telah ditentukan.
Pada 16 September 2026, badan kapal KM Virgo Transport 8 sudah tidak terlihat di permukaan laut dari jarak 1,1 NM.
Namun, deteksi bawah air oleh unsur TNI AL menggunakan sonar aktif berhasil mengidentifikasi posisi objek yang diduga kapal. Objek tersebut terdeteksi di koordinat 04°31,667' S - 114°00,245' T, atau bergeser sekitar 500 yard ke arah tenggara dari posisi sebelumnya.
Selain itu, tim SAR gabungan juga menemukan sebuah life raft yang diduga berasal dari KM Virgo Transport 8 di perairan Kuala Pembuang.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.