Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Viral Pembubaran Ibadah Jemaat Gereja di Tangerang, Satu Orang Diduga Bawa Sajam

Jonathan Simanjuntak , Jurnalis-Senin, 21 September 2026 |07:52 WIB
Viral Pembubaran Ibadah Jemaat Gereja di Tangerang, Satu Orang Diduga Bawa Sajam
Ilustrasi Demo/Okezone
A
A
A

JAKARTA - Pembubaran ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) terjadi di Kampung Periuk, Desa Mekarsari, Kecamatan Rajeg, Tangerang, Banten. Peristiwa tersebut kemudian viral di media sosial.

Dalam tayangan yang beredar, sekelompok pemuda tampak berteriak meminta agar lokasi ibadah ditutup. Salah satu pemuda diduga juga terlihat membawa senjata tajam.

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, mengatakan aparat kepolisian langsung dikerahkan setelah menerima informasi mengenai kejadian pembubaran ibadah tersebut.

"Kami hadir untuk mengamankan situasi dan memastikan tidak terjadi hal-hal yang dapat mengganggu kamtibmas," kata Indra Waspada Senin, (21/9/2026).

Polisi kemudian memfasilitasi musyawarah di Desa Mekarsari. Musyawarah tersebut dihadiri Camat Rajeg Oman Apriaman, Ketua FKDM Rajeg Suparji Rustam beserta anggota, ketua lingkungan setempat, sejumlah tokoh agama, serta perwakilan pihak GKPI.

Dalam musyawarah tersebut, disepakati sejumlah langkah sementara untuk menjaga situasi tetap kondusif. Persoalan tersebut selanjutnya akan dibahas melalui mediasi di tingkat Kecamatan Rajeg.

Sambil menunggu proses mediasi, lokasi kegiatan ibadah untuk sementara tidak digunakan dan dalam kondisi terkunci. Warga juga diminta tidak berkumpul di sekitar lokasi guna mencegah provokasi maupun potensi gesekan.

kepolisian mengedepankan langkah persuasif dan mengajak seluruh pihak menjaga ketenangan selama proses penyelesaian berlangsung. Dia juga menegaskan negara menjamin hak setiap warga negara untuk beribadah sesuai keyakinan.

 

Dia mengimbau semua pihak menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu keributan serta menghormati proses mediasi yang akan dilakukan di tingkat kecamatan.

"Yang paling utama adalah menjaga keamanan dan kerukunan masyarakat," katanya.

Indra juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas, termasuk video maupun potongan informasi mengenai kejadian yang beredar di media sosial.

"Apabila ada informasi yang beredar, kami berharap masyarakat tidak langsung mengambil kesimpulan," ujarnya.

Setelah musyawarah selesai, masing-masing pihak meninggalkan lokasi untuk mencegah kerumunan dan menjaga situasi tetap aman. Indra memastikan situasi di lokasi dalam keadaan aman dan kondusif.

“Kepolisian juga akan terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan unsur pemerintahan, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta pihak terkait lainnya guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,”pungkasnya.

(Fahmi Firdaus )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement