Hasil pemilu ini mendapat reaksi keras dari negara-negara Barat, dengan diplomat tinggi Uni Eropa, Kaja Kallas, menolak mengakuinya. Kallas menuding pemilu tersebut tidak sah serta menyebut Kremlin membungkam perbedaan pendapat dan memberlakukan larangan pada partai oposisi.
Dalam sebuah pernyataan bersama, lima negara—termasuk Australia, Inggris, dan Kanada—mengecam pemilihan umum parlemen Rusia yang dianggap sebagai "sandiwara" di wilayah-wilayah Ukraina yang diduduki, seraya menyebutnya sebagai "bagian dari sistem pendudukan yang lebih luas".
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.