"Kapal juga bersinggah di Mesir, Arab Saudi dan Sri Lanka untuk kebutuhan logistik, pengisian bahan bakar maupun dukungan teknis," kata Tunggul.
Menurut Tunggul, kehadiran KRI Sriwijaya-100 bukan hanya menambah unsur kekuatan armada TNI AL. Kapal tersebut juga diarahkan menjadi bagian dari penguatan Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) untuk menghadapi perkembangan lingkungan strategis.
Selain tugas pertahanan, KRI Sriwijaya-100 akan mendukung Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Salah satu pemanfaatannya yakni untuk membantu penanganan bencana serta operasi kemanusiaan.
"Kehadiran KRI Sriwijaya-100 mempertegas langkah maju TNI AL dalam memperkuat dan memodernisasi Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT), sekaligus menunjukkan komitmen Indonesia terhadap pertahanan dan pengamanan wilayah laut Indonesia," ujarnya.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.