JAKARTA - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mengungkapkan, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto mengumpulkan sejumlah ahli dan akademisi untuk menggelar Rapat Terbatas (Ratas) di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis (24/9/2026) sore ini.
Arif menyampaikan, pembahasan utama dalam Ratas ini berfokus pada dua hal penting, salah satunya yakni penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di lahan gambut.
"Hari ini kita diundang untuk membahas masalah gambut. Jadi gambut ini ada dua hal. Pertama tentu masalah Karhutla yang harus kita selesaikan," kata Arif saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
Pembahasan kedua, kata dia, terkait dengan tata kelola terkait pemanfaatan berkelanjutan lahan gambut itu sendiri. Berdasarkan data, tutur Arif, kawasan hidrologis gambut di Indonesia mencapai 24 juta hektare.
Merujuk pada Peraturan Pemerintah (PP) yang berlaku, pemanfaatan kawasan gambut ditetapkan maksimal 70 persen, sementara fungsi lindungnya minimal 30 persen.