KUDUS – Seorang pria berinisial T (70) terlibat perkelahian dengan anak bungsunya, FA (34), hingga berujung putranya tersebut meregang nyawa. Peristiwa itu terjadi di Desa Jati Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.
Kepala Desa Jati Kulon Hery Supriyanto mengatakan, pertengkaran keduanya kerap terjadi ketika FA pulang larut malam dalam kondisi mabuk. Konflik bahkan pernah dipicu tindakan FA yang merusak barang milik ayahnya.
“Setiap pulang malam hari selalu cekcok dengan ayahnya. Alat pancing ayahnya juga pernah dibakar,” ujar Hery, Jumat (25/9/2026).
Keterangan tersebut diperkuat Ketua RT setempat, Supardi. Menurutnya, pertengkaran ayah dan anak itu berlangsung berulang, bahkan T disebut beberapa kali menjadi sasaran kekerasan anaknya.
“Tidak hanya semalam. Setiap harinya memang sering ribut. Anaknya setiap pulang pasti mabuk dan ayahnya dipukuli,” kata Supardi.
Sementara itu, Kapolsek Jati AKP Subkhan mengatakan, pihaknya masih menyelidiki rangkaian kejadian untuk mengetahui secara utuh apa yang terjadi sebelum penusukan.
“Ayahnya sudah jengah dengan perilaku anaknya yang sering mabuk dan memukulinya. Untuk lengkapnya masih kami lakukan pemeriksaan,” kata AKP Subkhan.
FA yang mengalami luka pada bagian dada kemudian dilarikan ke rumah sakit. Namun, setelah menjalani perawatan, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan tewas pukul 01.45 WIB.
“Ada luka tusukan di bagian dada. Korban kemudian dibawa ke rumah sakit. Setelah sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit, korban meninggal,” ujarnya.
Polisi telah menangkap, T untuk menjalani pemeriksaan. Tim Inafis Polres Kudus juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan pisau yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Penyidik masih memeriksa sejumlah saksi dan menunggu hasil autopsi untuk melengkapi penyelidikan. Polisi juga belum menetapkan ancaman pidana karena pemeriksaan terhadap T masih berlangsung.
“Ancaman hukumannya masih kami dalami dulu. Saat ini masih melakukan pemeriksaan. Sedangkan korban dinyatakan meninggal hari ini pukul 01.45 WIB,” tutup Subkhan.
FA merupakan anak bungsu dari empat bersaudara. Tiga saudaranya telah tinggal di tempat berbeda, sedangkan ibu mereka telah lama meninggal dunia.
Saat ini, garis polisi masih terpasang di rumah keluarga tersebut. Polisi melanjutkan pemeriksaan untuk mengungkap secara lengkap rangkaian perselisihan yang berujung pada kematian FA.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.