JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membeberkan isi pertemuannya dengan Wali Kota New York, Zohran Mamdani, di Amerika Serikat baru-baru ini. Kedua pemimpin kota metropolitan tersebut berdiskusi mengenai berbagai tantangan perkotaan yang serupa, terutama terkait strategi pengelolaan transportasi publik di tengah tingginya kepadatan penduduk.
“New York relatif persoalannya itu hampir sama dengan Jakarta, sebagai kota yang sangat padat, multikultur, multietnik, semua orang datang ke tempat itu, sehingga dengan demikian problemnya menjadi complicated (rumit),” kata Pramono kepada wartawan, Senin (28/9/2026).
Pramono menilai penanganan sistem transportasi di Jakarta saat ini relatif lebih baik. Dalam pertemuan tersebut, Mamdani bahkan secara khusus bertanya mengenai cara Jakarta mengelola mobilitas masyarakat dengan jumlah populasi yang sangat besar.
Diungkap Pramono, Mamdani bertanya mengenai penanganan Jakarta dengan penduduk 11 juta hingga aglomerasi atau metropolitannya menjadi 42 juta, angka yang merupakan data resmi penduduk dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Menjawab pertanyaan tersebut, Pramono menjelaskan kebijakan transportasi kawasan aglomerasi melalui Transjabodetabek. Ia menekankan bahwa fokus pengelolaan transportasi Jakarta yang semula terbatas pada Transjakarta kini telah diperluas mencakup wilayah aglomerasi sekitarnya.
“Saya sampaikan bahwa kalau dulu yang diatur hanya Transjakarta, sekarang pengaturannya menjadi Transjabodetabek,” imbuh Pramono.
Mamdani kemudian menyoroti skema pembiayaan subsidi dalam pengelolaan transportasi aglomerasi tersebut. Pramono menjelaskan bahwa hingga saat ini, subsidi transportasi publik masih sepenuhnya ditanggung oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
“Nah, bagi dia yang menjadi pertanyaan paling dalam adalah bagaimana dengan subsidinya? Ya sementara ini subsidi sepenuhnya menjadi beban tanggung jawab Pemerintah Jakarta,” jelas Pramono.
Pramono meyakini penataan transportasi yang kian terintegrasi akan memperkuat konektivitas antara Jakarta dan wilayah penyangganya. Saat ini, masyarakat dapat memanfaatkan beragam moda transportasi saling terhubung, mulai dari MRT, LRT, Transjakarta, Transjabodetabek, JakLingko, Microtrans, hingga KRL.
“Dan kami yakin kalau ini penataannya menjadi lebih baik, sekarang ini kan orang juga merasakan bahwa fasilitas transportasi di Jakarta setelah MRT, LRT, Transjakarta, Transjabodetabek, JakLingko, Microtrans, KRL, membuat Jakarta konektivitasnya menjadi semakin baik,” tutup Pramono.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.