Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Banjir Tewaskan Setidaknya 18 Orang di Thailand dan Myanmar

Rahman Asmardika , Jurnalis-Selasa, 29 September 2026 |01:04 WIB
Banjir Tewaskan Setidaknya 18 Orang di Thailand dan Myanmar
Warga mendorong barang-barang kebutuhan sembari menerjang banjir di distrik Bang Kapi, Bangkok, pada 28 September 2026. (Foto: AFP)
A
A
A

Delapan orang tewas akibat banjir di Thailand sejak 16 September, namun tidak ada korban jiwa di Ibu Kota Bangkok, demikian disampaikan pemerintah pada hari Senin.

Kedelapan korban tersebut meninggal di provinsi-provinsi wilayah timur: lima orang di Sa Kaeo, dua di Chanthaburi, dan satu di Saraburi, menurut Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana (Department of Disaster Prevention and Mitigation/DDPM) yang tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Di luar Bangkok, lebih dari 500.000 rumah tangga dan 1,7 juta jiwa di 27 provinsi negara Asia Tenggara tersebut terdampak banjir, ungkap DDPM.

Sebanyak 52.000 rumah tangga lainnya terdampak di ibu kota, yang pada hari Sabtu menetapkan status bencana di seluruh wilayah kota setelah hujan deras selama hampir 48 jam menyebabkan kenaikan debit air kanal dan membanjiri jalanan. Pada hari Senin, ribuan warga berlindung di pusat-pusat evakuasi di ibu kota Thailand tersebut, sementara sebagian wilayahnya masih terendam air.

Tidak ada laporan resmi mengenai korban jiwa di Bangkok, dan DDPM menyatakan bahwa ketinggian air telah stabil.

Seluruh kawasan permukiman terendam banjir dan jaringan drainase kewalahan menampung air setelah curah hujan mencapai 320 mm (12,6 inci) dalam dua atau tiga hari pekan lalu—jumlah yang hampir setara dengan total curah hujan bulanan yang biasanya diterima kota dataran rendah yang luas ini sepanjang bulan September.

Sekolah-sekolah diliburkan dan warga diimbau untuk bekerja dari rumah (work from home). Imbauan ini banyak dipatuhi, terlihat dari kondisi jalanan dan jaringan transportasi umum yang tampak jauh lebih lengang pada Senin pagi.

"Beberapa wilayah di Bangkok masih mengalami ketinggian air yang tinggi," ujar juru bicara pemerintah, Ekkapob Pianpises, dalam sebuah taklimat media.

Sistem drainase telah menurunkan ketinggian air hingga memungkinkan lebih banyak orang untuk bepergian, tambahnya.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement