Karena itu, Safrizal mengimbau masyarakat segera memberikan ruang ketika mendengar sirene atau melihat mobil damkar sedang menuju lokasi kejadian.
“Ketika sirene damkar berbunyi, di dalam kendaraan itu ada petugas yang sedang berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan orang lain. Berikan jalan. Ruang beberapa meter dan beberapa detik yang kita berikan bisa sangat berarti,” ujarnya.
Setelah mengunjungi rumah duka, Safrizal bersama Bupati Pangkep dan jajaran pemangku kepentingan damkar melakukan pertemuan untuk membahas langkah perbaikan penyelenggaraan pemadam kebakaran di daerah.
Pembahasan tidak hanya menyentuh persoalan kecelakaan yang baru terjadi, tetapi juga persoalan yang lebih mendasar: bagaimana memastikan petugas damkar bekerja dengan sistem, peralatan, anggaran, dan perlindungan yang memadai.
Ada lima agenda yang menjadi perhatian. Pertama, menempatkan layanan pemadam kebakaran sebagai prioritas dalam penganggaran daerah dengan mengacu pada pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Kedua, mempercepat pemenuhan sarana dan prasarana, mengingat masih terdapat daerah dengan keterbatasan armada maupun peralatan pemadaman dan penyelamatan.
Ketiga, memperkuat kualitas dan kuantitas sumber daya manusia. Petugas damkar tidak hanya membutuhkan jumlah personel yang memadai, tetapi juga kompetensi, pelatihan, perlindungan keselamatan dan kemampuan menghadapi berbagai jenis situasi darurat.
Keempat, membangun sistem layanan yang berbasis risiko dan waktu tanggap, termasuk mendorong interoperabilitas melalui layanan Nomor Tunggal Panggilan Darurat (NTPD) 112 yang terintegrasi.
Kelima, memastikan seluruh anggota damkar mendapatkan perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan. Program Jaminan Kecelakaan Kerja BPJS Ketenagakerjaan memang memberikan perlindungan berupa pelayanan kesehatan dan manfaat uang tunai bagi peserta yang mengalami kecelakaan kerja.
Kelima agenda tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sistem pemadam kebakaran yang lebih kuat. Sebab, keselamatan masyarakat tidak dapat dipisahkan dari keselamatan mereka yang datang pertama kali ketika kebakaran dan keadaan darurat terjadi.
Duka di Pangkep, kata dia, harus menjadi pengingat bahwa pelayanan pemadam kebakaran merupakan bagian penting dari perlindungan masyarakat.
“Semoga pengorbanan mereka tidak sia-sia. Kita hormati mereka dengan terus memperbaiki sistem, sehingga ke depan semakin banyak petugas yang bisa pulang kembali kepada keluarganya setelah menunaikan tugas,” pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.