JAKARTA — Pemerintah jadikan Kawasan Transmigrasi Barelang menjadi ruang belajar bersama bagi mahasiswa Indonesia dan Jerman yang melihat langsung potensi kawasan sekaligus merancang gagasan pembangunan yang lebih hijau.
Sekretaris Ditjen Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi Kementerian Transmigrasi, Nirwan Ahmad Helmi, mengatakan Barelang dipilih sebagai ruang pembelajaran karena memiliki karakter Kawasan.
“Pengembangan kawasan juga perlu melibatkan masyarakat transmigrasi dan masyarakat lokal serta memperhatikan komunitas budaya Melayu,” ujar Nirwan, Minggu (4/10/2026).
Dia melanjutkan, Barelang menawarkan lingkungan bagi pembangunan wilayah yang terintegrasi, yang merupakan arah pembangunan, yakni sebuah kawasan ekonomi transmigrasi terpadu yang menggabungkan pertanian dan perikanan dengan akses ke pusat Batam yang luas.
“Kegiatan perikanan dan kelautan menjadi penggerak ekonomi utama yang didukung oleh layanan usaha kecil. Pengembangan perikanan, kelautan, serta pariwisata budaya harus menghormati komunitas Melayu pesisir dan melibatkan warga transmigrasi maupun masyarakat lokal,"tandasnya.
Direktur Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi Kementerian Transmigrasi, Bondan Djati Utami, menambahkan, mahasiswa Technical University of Munich (TUM), Jerman bersama mahasiswa Indonesia menjalani pembelajaran lapangan selama 10 hari di Batam, Rempang, dan Galang (Barelang) saat Summer Course 2026.
Mereka akan menjalani rangkaian observasi, diskusi, dan kegiatan berbagi pengetahuan selama berada di Barelang. Kegiatan tersebut diarahkan untuk melihat bagaimana ekosistem kawasan dapat dikembangkan berdasarkan potensi yang ada.
“Concern mereka lebih ke arah bagaimana perkembangan, mengembangkan ekosistem yang ada di sini. Pengembangan kawasan Barelang seperti apa,” ujarnya.