3. Mengaku Korban Muntah-muntah
Saksi kemudian menanyakan kondisi korban kepada pelaku. Saat itu, pelaku mengatakan korban sakit karena muntah-muntah.
Namun, ketika korban diperiksa, saksi justru menemukan wajah bayi tersebut dipenuhi luka lebam.
"Kemudian Saksi 1 bertanya terhadap pelaku 'emang korban sakit apa', kemudian korban diletakkan di lantai oleh pelaku dan berkata kalau korban sakit karena muntah-muntah. Tetapi, sewaktu dicek oleh Saksi 1 bahwa wajah korban penuh dengan luka lebam," ungkap Andre.
4. Jawaban Pelaku Berbelit-belit
Melihat kondisi korban, saksi kembali mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi.
Saat ditanya mengenai luka lebam pada tubuh korban, pelaku memberikan jawaban berbelit-belit. RPP kemudian mengaku korban mengalami luka karena tertimpa kipas angin.
"Saksi 1 kemudian bertanya lagi terhadap pelaku 'kamu apain anak ini' dan dijawab oleh pelaku tertimpa kipas angin dan jawaban pelaku berbelit-belit," ungkap Andre.
Alasan serupa juga disampaikan pelaku kepada ibu kandung korban.