Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Wabah Pes Diduga Menyebar di Siberia Setelah Kematian Peneliti, Hampir 200 Orang Diawasi

Rahman Asmardika , Jurnalis-Selasa, 06 Oktober 2026 |08:35 WIB
Wabah Pes Diduga Menyebar di Siberia Setelah Kematian Peneliti, Hampir 200 Orang Diawasi
Ilustrasi.
A
A
A

JAKARTA - Hampir 200 orang telah ditempatkan di rumah sakit untuk pengawasan medis di Irkutsk, Siberia timur, Rusia, atas dugaan paparan wabah pes, menurut laporan media lokal.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa 189 orang sedang dipantau menyusul sakitnya seorang karyawan di sebuah institut penelitian anti-pes di Irkutsk. Alexei Tsydenov, kepala Republik Buryatia yang berada di dekatnya, mengatakan bahwa wanita tersebut meninggal akibat bentuk pes yang belum ditentukan.

Badan pengawas kesehatan masyarakat Rusia, Rospotrebnadzor, mengatakan pada Minggu, (4/10/2026) bahwa karyawan tersebut telah didiagnosis menderita "pneumonia yang tidak diketahui penyebabnya" dan situasi sanitasi serta epidemiologi di wilayah Irkutsk dan kota Irkutsk serta Shelekhov tetap stabil.

Dilansir CNBC, laporan terbaru tersebut mengikuti pemberitaan media lokal pada Jumat, (2/10/2026) bahwa seorang karyawan berusia 27 tahun di institut anti-pes jatuh sakit karena dugaan pes paru-paru (pneumonic plague) setelah kembali dari perjalanan kerja ke Buryatia, di mana timbulnya wabah telah dilaporkan di dekat perbatasan dengan Mongolia, mengutip saluran Telegram Rusia, Mash.

Anmerika Serikat (AS) memantau laporan tentang dugaan kasus tersebut dan karantina terkait di Rusia, kata Axios pada Minggu, mengutip seorang pejabat dari pemerintahan Trump. Pejabat tersebut mengatakan bahwa pemerintah "mengetahui, memantau kemunculan wabah, dan menilai berbagai pilihan," menurut laporan tersebut.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement