Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Satgas Cartenz Gagalkan Penyelundupan Ratusan Amunisi di Perairan Jayapura Diduga untuk KKB

Puteranegara Batubara , Jurnalis-Rabu, 07 Oktober 2026 |11:39 WIB
Satgas Cartenz Gagalkan Penyelundupan Ratusan Amunisi di Perairan Jayapura Diduga untuk KKB
Satgas Cartenz Gagalkan Penyelundupan Ratusan Amunisi
A
A
A

JAKARTA - Satgas Operasi Damai Cartenz dan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) TMP C Jayapura menggagalkan aksi penyelundupan amunisi ilegal lewat perairan Jayapura. Diduga amunisi tersebut untuk dikirim ke Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz mengatakan barang bukti berupa tas kulit berwarna hitam beserta 200 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter juga telah diserahkan pada Senin (5/10) kemarin.

Saat ini penyidik gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz dan Ditreskrimum Polda Papua tengah mengusut asal-usul amunisi termasuk pelaku dan tujuan pengiriman.

"Siapa yang mengirim barang, dari mana asalnya, dan ke mana tujuannya. Kami juga akan mengambil keterangan dari beberapa saksi guna membantu mengidentifikasi alat angkut yang digunakan,” ujar Yusuf, Rabu (7/10/2026).

Yusuf mengatakan, pendalaman tersebut juga dilakukan untuk mengetahui rangkaian peredaran amunisi, termasuk pihak yang membawa, menerima maupun menguasainya.

 

Dia menambahkan, identitas awak longboat dan sarana yang digunakan juga masih dalam proses penyelidikan.

“Barang bukti ini akan terus didalami bersama penyidik untuk mengetahui asal-usul, jalur peredaran, serta pihak-pihak yang terlibat dalam pengadaan, pengangkutan maupun penguasaan amunisi tersebut," tutupnya.

(Fahmi Firdaus )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement