Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Asap Karhutla Ganggu Penerbangan, BNPB Gencarkan Modifikasi Cuaca di Sumsel

Ari Sandita Murti , Jurnalis-Minggu, 11 Oktober 2026 |14:36 WIB
Asap Karhutla Ganggu Penerbangan, BNPB Gencarkan Modifikasi Cuaca di Sumsel
Operasi Modifikasi Cuaca BNPB untuk menangani karhutla (Foto: Dok BNPB)
A
A
A

JAKARTA - Asap yang menyelimuti wilayah Palembang, Sumatera Selatan, menyebabkan jarak pandang rendah. Kondisi ini memengaruhi aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II dalam beberapa hari terakhir.

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya mengganggu penerbangan komersial di bandara, tetapi juga operasi modifikasi cuaca (OMC) yang digerakkan dari Lanud Sri Mulyono Herlambang, Palembang. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengubah strategi dengan melakukan OMC dari bandara yang tidak jauh dari Sumatera Selatan.

Hal ini juga didukung adanya potensi pertumbuhan awan hujan. BNPB memindahkan sementara pusat kendali operasi penerbangan untuk OMC ke Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sejak 9 Oktober 2026.

Jarak pandang di Bandara Depati Amir masih di atas 1.800 meter sehingga tergolong aman untuk melaksanakan OMC. Pada Jumat 9 Oktober, BNPB telah melaksanakan OMC sebanyak satu sorti penyemaian di atas wilayah Kabupaten Musi Banyuasin dan Banyuasin. Total bahan semai yang disebarkan seberat 1.000 kg.

Sementara itu, pada Sabtu 10 Oktober, BNPB kembali melakukan OMC sebanyak dua sorti. Kali ini, penyemaian ditargetkan di atas wilayah Banyuasin dan Ogan Komering Ilir pada sorti pertama. Pada sorti kedua, penyemaian dilakukan di atas wilayah Ogan Komering Ilir dan Ogan Komering Ulu. Masing-masing sorti penerbangan mengangkut 1.000 kg bahan semai.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement