Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

ABK KM Mayangsari II Tewas Misterius di ‘Segitiga Bermuda‘ Perairan Masalembo

Tim iNews Media Group , Jurnalis-Minggu, 11 Oktober 2026 |02:00 WIB
ABK KM Mayangsari II Tewas Misterius di ‘Segitiga Bermuda‘ Perairan Masalembo
ABK KM Mayangsari II Tewas Misterius di Perairan Masalembo
A
A
A

LAMONGAN - Seorang nelayan asal Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, tewas misterius saat melaut di Perairan Masalembo, Kabupaten Sumenep. Korban ditemukan tidak sadarkan diri di atas kapal sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan kembali ke darat.

Korban berinisial War (47), anak buah kapal (ABK) KM Mayangsari II, ditemukan dalam posisi tengkurap dengan bekas muntah darah saat hendak dibangunkan untuk memulai aktivitas melaut.

KM Mayangsari II yang dinakhodai Sumali bertolak dari Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong pada Senin (5/10) pukul 23.00 WIB. Kapal tersebut berangkat untuk mencari ikan di Perairan Masalembo.

Kasi Humas Polres Lamongan Ipda M Hamzaid, awalnya seorang ABK bernama Nanang awalnya berusaha membangunkan War untuk memulai pekerjaan. Namun, korban tidak merespons.

"Karena korban tidak kunjung bangun, saksi memeriksanya bersama ABK lainnya," kata Ipda M Hamzaid, Sabtu (10/10/2026).

Setelah mengetahui kondisi korban, nakhoda memutuskan menghentikan aktivitas melaut dan membawa kapal kembali ke darat. Nakhoda juga menghubungi Ketua Rukun Nelayan Blimbing, Nurwakid, untuk melaporkan kejadian tersebut.

Dalam perjalanan pulang, sekitar pukul 06.00 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia. Kapal kemudian bersandar di Dermaga Pelabuhan TPI Lama Brondong pada Sabtu (10/10/2026) pukul 06.00 WIB.

 

Setibanya di pelabuhan, personel Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Lamongan bersama masyarakat mengevakuasi jenazah untuk dibawa ke RSU dr. Suyudi Paciran. Pemeriksaan visum et repertum dilakukan untuk kepentingan pemeriksaan medis.

"Petugas telah berkoordinasi dengan instansi terkait dan meminta keterangan sejumlah saksi untuk menangani peristiwa tersebut," katanya.

Hingga proses evakuasi berlangsung, kepolisian belum menyampaikan penyebab pasti kematian nelayan tersebut. Petugas masih melakukan penanganan dan mengumpulkan keterangan terkait peristiwa tersebut.

(Fahmi Firdaus )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement