Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Profil Subagyo HS, Senior Prabowo dari Anak Desa Jadi Jenderal Kopassus

Tim Okezone , Jurnalis-Senin, 19 Oktober 2026 |21:05 WIB
Profil Subagyo HS, Senior Prabowo dari Anak Desa Jadi Jenderal Kopassus
Jenderal TNI (Purn) Subagyo Hadi Siswoyo dan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto (Foto: Ist)
A
A
A

Sebelum menjatuhkan pilihan ke Akmil, Subagyo sempat mempertimbangkan Akademi Angkatan Laut (AAL) dan Akademi Angkatan Udara (AAU). Namun, keinginannya masuk Angkatan Laut tidak mendapat persetujuan dari sang ayah.

Yakub memiliki kekhawatiran tersendiri jika putranya kelak bertugas di kapal. Ia membayangkan Subagyo akan kesulitan menjalankan salat karena kapal tidak selalu bergerak ke arah barat, yang menurut pemahamannya diperlukan untuk menghadap kiblat. Yakub kala itu belum memahami bahwa arah kiblat dapat ditentukan menggunakan kompas.

Selain persoalan ibadah, Yakub juga memikirkan kemungkinan putranya kesulitan pulang ketika keluarga membutuhkan kehadirannya. Perjalanan menggunakan kapal laut dianggap membutuhkan waktu lama. Pada akhirnya, Subagyo memilih mengikuti pendidikan di Akmil. Keputusan itu membawanya lolos seleksi sebagai taruna berdasarkan Surat Keputusan Menteri Utama Bidang Pertahanan Nomor Kep-08/I/1967.

Ia kemudian menjalani pendidikan militer di Lembah Tidar, Magelang, Jawa Tengah. Di tempat tersebut, Subagyo ditempa melalui latihan fisik, kedisiplinan, dan pendidikan militer yang menjadi bekal awal perjalanan panjangnya di dunia ketentaraan.

Dari Kopassandha hingga Operasi Woyla

Setelah lulus Akmil pada 1970, Subagyo melanjutkan pengabdiannya di pasukan elite Baret Merah yang kala itu bernama Komando Pasukan Sandhi Yudha (Kopassandha), cikal bakal Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Karier militernya berkembang melalui sejumlah penugasan dan jabatan. Ia pernah menjabat sebagai Komandan Peleton 1 Kompi 2 Parako Grup 2 Kopassandha hingga Komandan Detasemen Tempur 13 Grup 1 Kopassandha saat berpangkat letnan kolonel.

Subagyo juga terlibat dalam sejumlah operasi militer, termasuk Operasi Seroja. Salah satu penugasan yang paling menonjol dalam perjalanan kariernya adalah Operasi Woyla pada 28 Maret 1981.

Operasi tersebut dilaksanakan untuk membebaskan penumpang pesawat Garuda Indonesia Penerbangan 206 yang dibajak kelompok yang dikenal sebagai Komando Jihad.

Dalam operasi pembebasan tersebut, Subagyo menjadi salah satu prajurit yang ditugaskan bersama tim antiteror Kopassandha. Hendro Subroto menguraikan susunan personel operasi itu dalam bukunya Sintong Panjaitan, Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement