Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mengapa Kopaska Disebut Pasukan Tengkorak? Ini Sejarah dan Maknanya

Niken Wulandari , Jurnalis-Senin, 26 Oktober 2026 |06:10 WIB
Mengapa Kopaska Disebut Pasukan Tengkorak? Ini Sejarah dan Maknanya
Pasukan Kopaska (foto: dok ist)
A
A
A

JAKARTA - Komando Pasukan Katak (Kopaska) merupakan pasukan khusus TNI Angkatan Laut (AL), yang resmi berdiri pada 31 Maret 1962. Satuan elite ini dikenal lewat ciri khasnya, yaitu topeng bergambar tengkorak yang dikenakan saat bertugas. Lantas, mengapa topeng tersebut membuat Kopaska dijuluki Pasukan Tengkorak, dan bagaimana kisah pembentukannya? 

1. Mengenal Kopaska dan Alasan Disebut Pasukan Tengkorak

Kopaska dijuluki Pasukan Tengkorak karena para prajuritnya bertugas dengan wajah tertutup topeng bergambar tengkorak manusia. Penampilan itu membuat mereka cukup disegani. Selain topeng, atribut yang kerap melekat pada prajurit Kopaska adalah baret merah dan kacamata hitam, sehingga terkesan menyeramkan bagi lawan di medan tempur.

Kopaska berkedudukan di bawah Komando Armada (Koarmada) dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Staf TNI AL (KSAL). Satuan ini biasa mengemban operasi rahasia, seperti operasi amfibi dan operasi khusus. Dilansir dari berbagai sumber, tugas utamanya mencakup demolisi bawah air, sabotase kapal dan pangkalan lawan, pengintaian, persiapan pantai pendaratan, serta antiteror di laut.

Prajurit Kopaska juga dituntut mahir di tiga medan, yaitu laut, darat, dan udara. Menurut Dinas Sejarah TNI AL dalam History Today TNI Angkatan Laut (2023), terbentuknya Kopaska dengan kemampuan tiga dimensi itu membuat kekuatan TNI AL semakin disegani lawan. Semangat tersebut tercermin dalam semboyan mereka, Tan Hana Wighna Tan Sirna, yang berarti tidak ada rintangan yang tidak dapat diatasi. Satuan ini pun dikenal misterius karena merahasiakan jumlah anggotanya.

 

2. Sejarah Terbentuknya Kopaska

Kopaska lahir dari memanasnya hubungan Indonesia dan Belanda akibat sengketa Irian Barat. Presiden Soekarno menginstruksikan pembentukan pasukan katak yang mampu menyerang armada Koninklijk Marine Belanda yang memblokade Indonesia. Perintah itu kemudian ditindaklanjuti oleh Menteri Panglima AL, Laksamana Madya R.E. Martadinata.

Pada 1962, Markas Besar TNI AL mengumpulkan 17 personel korps pendidikan jasmani AL berpangkat kopral hingga kapten. Setelah menjalani tes, termasuk tes menyelam, hanya 12 orang yang lulus. Mereka mulai berlatih pada awal Februari 1962 di bawah bimbingan O.P. Koesno, Urip Santoso, dan Emil Joseph, senior TNI AL yang pernah mendapat pelatihan khusus di Amerika Serikat. Latihan mencakup penyelaman, penggunaan bahan peledak di dalam air, sabotase, dan renang jarak jauh. Demi menjaga kerahasiaan, pelatihan digelar di Hotel Thamrin, Jakarta Pusat, sedangkan latihan bawah air dilakukan di kolam renang Gelora Senayan.

Pada 31 Maret 1962, Martadinata mendadak meresmikan Kopaska lewat upacara sederhana di lokasi latihan. Para prajurit berbaris hanya dengan celana pendek, kaos, dan tanpa alas kaki. Peresmian dilakukan secara mendadak karena pasukan itu segera diterjunkan dalam Operasi Trikora untuk membebaskan Irian Barat.

Jadi, julukan Pasukan Tengkorak berasal dari topeng khas yang dikenakan prajurit Kopaska, sedangkan sejarahnya berakar dari kebutuhan Indonesia merebut Irian Barat pada awal 1960-an.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement