Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

DKI Jakarta dan Pemkot Bekasi Perbarui Kerja Sama TPST Bantargebang, Kompensasi Rp362 Miliar

Zakky Mubarok Santosa , Jurnalis-Senin, 26 Oktober 2026 |14:30 WIB
DKI Jakarta dan Pemkot Bekasi Perbarui Kerja Sama TPST Bantargebang, Kompensasi Rp362 Miliar
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wali Kota Bekasi Tri (foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Pemerintah Kota Bekasi, menandatangani pembaruan perjanjian kerja sama pengelolaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang untuk lima tahun ke depan.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyatakan, bahwa proses pembahasan hingga penandatanganan kerja sama tersebut berjalan lancar. Ia menegaskan, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen memenuhi seluruh kewajibannya, termasuk menyalurkan dana kompensasi bagi warga Bantargebang, Kota Bekasi.

"Apa yang sudah disepakati dalam penandatanganan tersebut tentunya harus dipenuhi, terutama oleh Pemerintah DKI Jakarta. Kami akan berusaha agar hal tersebut terpenuhi tepat waktu," ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (26/10/2026).

Sementara itu, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto mengungkapkan, bahwa dana kompensasi dalam perjanjian kerja sama (PKS) antara Pemkot Bekasi dan Pemprov DKI Jakarta untuk lima tahun ke depan disepakati sebesar Rp362 miliar.

“Dalam rangka memastikan bahwa Bantargebang tidak kemudian memberikan dampak yang luar biasa bagi warga masyarakat, disepakati bahwa lima tahun ke depan nilainya kurang lebih Rp362 miliar,” jelas Tri.

 

Dana tersebut mencakup bantuan sosial, pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi warga, peningkatan fasilitas kesehatan, hingga perbaikan lingkungan. Alokasi tersebut ditujukan untuk meminimalkan dampak keberadaan TPST Bantargebang terhadap kehidupan masyarakat sekitar.

"Terkait dengan dana sosial, kemudian dana infrastruktur, kemudian juga dana terkait dengan pemberdayaan ekonomi warga masyarakat. Hal tersebut mencakup infrastruktur kesehatan, kemudian juga perbaikan terhadap lingkungan," terangnya.

Melalui kerja sama ini, pengelolaan sampah ke depan diharapkan tidak hanya berfokus pada pembuangan akhir, tetapi juga diarahkan pada pemanfaatan teknologi modern. Salah satunya melalui rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) untuk menangani persoalan sampah secara lebih menyeluruh dan berkelanjutan.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement