Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kongres GPM, Megawati Minta Pengurus Pelajari Pemikiran Bung Karno

Achmad Al Fiqri , Jurnalis-Rabu, 28 Oktober 2026 |19:08 WIB
Kongres GPM, Megawati Minta Pengurus Pelajari Pemikiran Bung Karno
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto saat sampaikan pesan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (Foto: Achmad Al Fiqri/Okezone)
A
A
A

JAKARTA — Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri berpesan kepada jajaran pengurus Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) agar terus mempelajari pemikiran Presiden ke-1 RI Soekarno atau Bung Karno tentang marhaenisme. Hal itu disampaikan melalui Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto saat memberikan sambutan dalam pembukaan Kongres GPM ke-X di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Rabu (28/10/2026).

"Disampaikan oleh Bu Mega yang pertama adalah salam hangat buat seluruh keluarga Gerakan Pemuda Marhaenis," tutur Hasto menyampaikan salam Megawati.

Adapun pesan Megawati agar pentingnya mempelajari pemikiran Bung Karno, khususnya mengenai marhaenisme karena memiliki alasan yang cukup panjang. Hasto pun mengaku nanti akan menjelaskannya lebih lanjut ke jajaran GPM.

Selain itu, Megawati berpesan agar pengurus GPM yang terbentuk melalui kongres tidak melupakan tradisi berziarah ke makam Bung Karno sebagai Bapak Marhaen. "Itu adalah pesan dari Ibu Megawati Soekarnoputri," ujar Hasto.

Hasto menilai pemikiran dan perjuangan Bung Karno masih relevan dengan situasi saat ini. Menurutnya, kehidupan petani, nelayan, dan buruh harus menjadi orientasi perjuangan politik.

"Nah, sehingga Gerakan Pemuda Marhaen ini sangat relevan untuk gen-z, sangat relevan untuk membangunkan kembali tentang falsafah manusia tertindas akibat kapitalisme, kolonialisme, imperialisme yang namanya rakyat Marhaen itu," ucap Hasto.

Ia mengatakan, salah satu tantangan utama ialah menghadirkan kekuasaan yang berlandaskan nilai kemanusiaan dan keadilan. Hal itu, menurut Hasto, dapat diwujudkan melalui peningkatan kualitas pendidikan bagi anak-anak miskin, perbaikan layanan kesehatan, serta penyaluran subsidi yang tepat sasaran.

"Sehingga ini menjadi PR terbesar kita, bagaimana menghadirkan watak kekuasaan dengan nilai kemanusiaan, keadilan yang dijabarkan melalui pendidikan yang baik bagi anak-anak miskin, sarana kesehatan melalui BPJS kesehatan yang ditingkatkan, subsidi yang tepat sasaran," imbuhnya.

Hasto juga menegaskan bahwa rakyat harus memiliki ruang untuk memperjuangkan hak-haknya, termasuk memperoleh kehidupan yang layak dan akses terhadap sarana produksi guna meningkatkan kapasitas ekonomi.

"Itu relevansi Gerakan Pemuda Marhaenis. Dengan demikian, Pancasila juga harus dipahami dalam prinsip-prinsip keadilan sosial yang membebaskan dari berbagai belenggu kemiskinan, kebodohan, dan ketidakadilan," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP GPM Izedrik Emir Moeis mengatakan organisasinya telah melakukan konsolidasi dengan sejumlah dewan pimpinan daerah (DPD). GPM juga telah menjalankan program pendidikan dan pengembangan kebudayaan.

Emir mengaku menulis buku berjudul Marhaenisme dan Visi Sosialisme Indonesia setelah melihat masih terbatasnya pemahaman mahasiswa mengenai marhaenisme. "Nah, dari pendidikannya inilah saya melihat dan saya mendengarkan. Saya membuat sebuah buku, judulnya 'Marhaenisme dan Visi Sosialisme Indonesia.' Saya coba bagikan ke umur-umur mahasiswa lah. Tapi kalau berdiskusi, ya kan, kawan-kawan tentang Marhaenisme tuh sangat cetek ya," ucap Emir dalam sambutannya.

Ia memaklumi kondisi tersebut. Menurut Emir, marhaenisme pernah dibungkam pada masa Orde Baru, bahkan penggunaan nama tersebut dalam organisasi kepemudaan disebut tidak diperbolehkan.

"Bahkan namanya disuruh ganti, mungkin dia panggil, jadi pemuda demokrat, enggak boleh pakai kata Marhaenisme," ucap Emir.

Emir mengatakan penggunaan kembali nama marhaenisme menjadi bagian dari upaya menghidupkan pemikiran tersebut. "Sekarang kita pakai lagi kata Marhaenisme, enggak ada yang bisa sandung lagi, dan tujuan utama, sebagaimana saya sempat ngomong juga dengan anak-anak proklamator dan penggerak Marhaenisme, dan yang hebat, tentulah generasi saya," ucapnya.

Ia berharap Kongres GPM dapat menjadi momentum untuk memperkuat organisasi dan mendorong kemajuan gerakan tersebut. "Nah, semoga sesudah kongres ini organisasi bisa lebih tertata dan bisa lebih maju lagi," pungkasnya.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement