Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Viral Video 3 Perempuan Dieksekusi di Yahukimo, Satgas Cartenz: Propaganda KKB!

Fahmi Firdaus , Jurnalis-Senin, 02 November 2026 |01:02 WIB
Viral Video 3 Perempuan Dieksekusi di Yahukimo, Satgas Cartenz: Propaganda KKB!
KKB Papua/ist
A
A
A

PAPUA – Satgas Damai Cartenz 2026 menanggapi dua video yang diklaim sebagai aksi eksekusi warga sipil oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua. Hasil penelusuran, kedua rekaman tersebut merupakan dokumentasi peristiwa lama yang kembali disebarkan dengan narasi menyesatkan untuk memicu ketakutan masyarakat.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo mengatakan, polisi telah menyelidiki dan memverifikasi keaslian serta waktu pembuatan video tersebut.

Hasilnya, tidak ditemukan bukti bahwa kedua peristiwa dalam rekaman itu terjadi seperti yang diklaim kelompok bersenjata.

"Kedua video yang beredar luas itu murni dokumentasi lama dan merupakan bentuk propaganda pihak KKB," tegas Kombes Yusuf, Minggu (1/11/2026).

Salah satu video berdurasi 1 menit 15 detik memperlihatkan penganiayaan terhadap tiga perempuan di Dekai, Kabupaten Yahukimo.

KKB mengklaim rekaman tersebut merupakan hukuman mati terhadap seseorang yang dituduh sebagai intelijen militer pada Jumat (30/10/2026).

Namun, hasil penelusuran tim siber menemukan rekaman itu sudah pernah diunggah ke media sosial Facebook pada Maret 2025. Dengan demikian, video tersebut bukan dokumentasi peristiwa baru seperti narasi yang disebarkan.

Polisi juga mengungkap fakta di balik video kedua berdurasi 31 detik yang diklaim Kodap III Ndugama Derakma. Rekaman itu dikaitkan dengan pembunuhan seorang sopir lintas Wamena-Nduga yang dituduh membawa pasokan logistik TNI.

Dalam narasi yang disebarkan, peristiwa tersebut terjadi pada akhir Maret. Namun polisi menyatakan kejadian sebenarnya berlangsung pada 20 April 2026. Korban bernama Robert Terry alias Sula, bukan Regeny Jems Patty seperti yang disebut dalam narasi video.

Menurutnya, penyebaran ulang rekaman tersebut merupakan upaya memprovokasi KKB terhadap masyarakat melalui informasi yang tidak benar.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement