Sebelum program berjalan, Marselinus juga akan mempraktikkan pemeliharaan ayam di rumahnya sendiri. Kandang yang dibawa dari lokasi survei menjadi sarana untuk mempelajari langsung tata cara pemeliharaan sekaligus memberikan contoh kepada masyarakat bahwa beternak ayam petelur tidak harus menggunakan kandang besar atau lahan luas.
"Ini program unggulan kami ke depan untuk masyarakat agar betul-betul dimanfaatkan dan bisa menjadi pendapatan di pekarangan rumah," tegas Marselinus.
Peternakan ayam mini menjadi kelanjutan dari pemberdayaan ekonomi berbasis pekarangan yang telah lebih dahulu dikembangkan Marselinus. Sebelumnya, ia merintis budidaya ikan sistem bioflok hingga dikenal dengan julukan "Bapak Bioflok". Ia juga mengembangkan peternakan ayam modern berskala mikro dengan kapasitas 24 ekor per kandang serta pertanian pekarangan terpadu.
Melalui program terbaru ini, Marselinus ingin membawa kegiatan produktif tersebut semakin dekat dengan rumah tangga. Masyarakat tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi juga didorong memiliki keterampilan mengelola peternakan sederhana yang hasilnya dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga maupun menambah pendapatan.
Inisiatif tersebut sejalan dengan semangat Perindo Pro-Ekonomi yang mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui kegiatan produktif dan pemberdayaan usaha dari tingkat rumah tangga. Pemberdayaan ekonomi rakyat menjadi salah satu fokus perjuangan Perindo untuk memperluas kemandirian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.