JAKARTA - Ada yang menarik dari pengakuan Agus Condro saat bersaksi di sidang terdakwa Dudhie Makmun Murod di Pengadilan Tipikor. Dia mengaku kerap dikomplain sopir pribadinya, untuk mengganti mobil.
Agus mengatakan, menerima cek suap senilai Rp500 juta bukan karena dia dengan sengaja mengabaikan aturan.
“Bukan mengabaikan aturan, bukan tidak tahu, tapi sering banget sopir saya bilang mobil sering rusak. Dia bilang suruh ganti dan bahkan tukang parkir bilang suruh ganti mobil Eropa,” ujar Agus di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat (19/3/2010).
Mendengart hal ini, majelis hakim kembali bertanya. “Jadi Anda korupsi karena tekanan sopir?” kata hakim anggota. “Bukan, tapi keinginan sopir dan saya, sama-sama,” jawab Agus.
Sebelumnya, Agus menuturkan sempat mencairkan cek perjalanan senilai Rp500 juta untuk beli mobil Mercedes tahun 2006 seharga Rp170 juta. Tak puas membeli satu mobil, kemudian Agus kembali membeli mobil Hyundai Trajet seharga Rp130 juta, dengan mencairkan enam lembar cek suap.(lsi)
(mbs)