TANGERANG- Dinas Kesehatan (Dinkes) beserta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disprindag) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di sejumlah pusat perbelanjaan untuk mengantisipasi beredarnya makanan yang terkena radiasi nuklir Jepang.
"Kita ingin memastikan agar makanan yang beredar di Tangsel, bersih dari efek radiasi nuklir Jepang yang membahayakan kesehatan," ujar Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Lingkungan dan Penyehatan Makanan Minuman Dinkes Tangsel, Anton Wibawa, Senin (21/3/2011).
Dalam sidak gabungan tersebut, sejumlah petugas memeriksa beberapa jenis makanan yang berasal dari Jepang seperti ikan laut, kecap, kedelai dan mie instan. Selain makanan, petugas juga memeriksa produk elektronik serta mainan asal Jepang yang dikhawatirkan terkena radiasi nuklir.
"Makanan yang masuk sekitar kurang dari dua minggu menjadi target pemeriksaan. Karena, kekhawatiran terkena radiasi nuklir sangat besar," katanya.
Dalam sidak itu, Dinkes dan Disprindag Tangsel tidak menemukan makanan maupun barang yang diduga terkena radiasi nuklir Jepang.
Untuk itu, Anton mengimbau masyarakat Kota Tangsel untuk lebih berhati-hati saat membeli makanan dan barang yang berasal dari Jepang, terutama yang masuk dalam kurun waktu dua minggu terakhir.
Sementara itu, Nur Hidayat, Team Leader Groseri Food Carrefour Ciputat menjelaskan, pihaknya akan mengawasi masuknya makanan maupun produk asal Jepang. Selain itu, pihaknya juga meminta pemerintah bertindak tegas agar bisa mengawasi masuknya produk ke dalam negeri.
"Pemerintah pusat memiliki kewenangan untuk melakukan pengawasan awal. Karena, barang yang masuk ke dalam negeri, berarti sudah terseleksi. Jadi, harus ada aturan dari pimpinan teratas," terangnya.
(Stefanus Yugo Hindarto)