Granat Kembali Ajukan Permohonan Penundaan Grasi Corby

Rabu, 27 Juni 2012 08:03 wib | Catur Nugroho Saputra - Okezone

Schapelle Leigh Corby (foto: Reuters) Schapelle Leigh Corby (foto: Reuters) JAKARTA - Kuasa hukum Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat), Maqdir Ismail, mengatakan akan kembali menyampaikan permohonan penundaan pelaksanaan grasi presiden kepada Scapplle Leigh Corby, dan Peter Achim Franz Groobman, pada persidangan lanjutan Rabu 27 Juni 2012.

"kami sampaikan lagi, meskipun minggu lalu secara lisan sudah kami sampaikan," ujar Maqdir, kepada Okezone, Rabu (27/6/2012).

Permintaan penundaan pelaksanaan grasi ini, kata dia, bertujuan supaya penerima grasi tidak dibebaskan terlebih dahulu, sampai ada putusan dari Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), yang menilai sah atau tidak pemberian grasi tersebut.

Menurutnya, pelaksaan pemberian grasi yang tetap berjalan, akan membuat Corby dan Peter menghirup udara bebas. Padahal pemberian grasi tertuang dalam Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 22/G Tahun 2012 dan Nomor 23/G Tahun 2012 yang dikeluarkan pada 15 Mei 2012, masih dalam proses gugatan.

"Mereka (Corby dan Peter) bisa keluar dan tidak perlu menjalani hukuman," tuturnya.

Lebih lanjut, Maqdir mengharapkan majelis hakim PTUN menerima permohonan penundaan grasi, sebelum ada putusan akhir.

Sebelumnya, pada sidang perdana gugatan grasi Corby dan Peter, tim kuasa hukum Granat sudah mengajukan penundaan pelaksanaan grasi kepada mereka. Namun, majelis hakim meminta kepada tim kuasa hukum memperbaiki berkas gugatan, karena banyak kesalahan dan persoalan penundaan gugatan belum ada. (ris)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

 
Berita
Terpopuler
Komentar Terbanyak
BACA JUGA »