Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Korban Diikat dan Ditelanjangi Mertua: Saya Seperti di Neraka

Zia Ulhaq , Jurnalis-Kamis, 19 November 2015 |14:57 WIB
Korban Diikat dan Ditelanjangi Mertua: Saya Seperti di Neraka
Pasutri penganiaya menantu di Tapsel (foto: Zia Ulhaq/Sindo Koran)
A
A
A

TAPANULI SELATAN - Pengakuan tragis datang dari OB (19), korban penganiayaan mertua dan suami. Bagaimana tidak, dia selalu disetubuhi oleh mertua laki-laki, baik sebelum maupun sesudah menikah.

"Selama nikah dengan anaknya, saya selalu diajaknya (mertua laki-laki) untuk berhubungan badan," ujar OW ketika ditemui di Mapolres Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Dia mengibaratkan berada dalam nereka sejak menjadi istri YG (16). Mertuanya Elipati Gulo dan Yudilla Bulolo sering berbuat kasar. Ironisnya, sang suami juga berbuat demikian hingga kepalanya bocor.

Lebih lanjut dia mengatakan, setelah menikah, mertua laki-lakinya selalu memaksanya berhubungan badan. Apabila suaminya sedang di luar rumah, mertua laki-lakinya dibantu mertua perempuan memaksanya harus berhubungan badan.

"Kalaupun suami saya sedang di rumah, kedua mertua saya sengaja menyuruhnya keluar rumah. Setelah itu, mereka mulai memaksa saya untuk berhubungan badan," imbuhnya.

Puncak dari perlakuan bejat mertua dan suaminya itu terjadi pada satu hari sebelum dia diikat di pohon dan ditelanjangi. Saat itu, mertuanya memaksa berhubungan badan, namun dia menolak.

Pemaksaan itu berlanjut pada esok harinya, namun OW tetap menolak. Karena korban terus menolak, mertuanya itu langsung mengikatnya di atas pohon. Tidak hanya sampai di situ, mertuanya itu mencopot seluruh pakain dan membuat rekaman videonya.

(Risna Nur Rahayu)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement