Untuk menjaga suasana aksi tetap dinamis, lagu-lagu bertema lingkungan seperti ‘Nggak Perawan’, ‘Birokrasi Komplek’ dari Slank,’Berita Kepada Kawan’, Gombloh dan sejumlah lagu karya Iwan Fals dikumandangkan.
Para aktivis juga menggalang dana dengan menjajakan kaus bertema Salim Kancil. Hasil penjualan akan didonasikan kepada keluarga Salim Kancil dan Keluarga Tosan, yakni petani juga korban penganiayaan yang saat ini masih dirawat di RSU Syaiful Anwar Malang.
"Sampai sore menjelang petang ini hasil penggalangan dana sebesar Rp430 ribu. Kita akan terus melakukan penggalangan. Dan akan kita donasikan langsung kepada keluarga Salim Kancil dan Tosan," tambah Mahathir Muhammad.
Aksi solidaritas tujuh hari kematian Salim Kancil ini ditutup dengan pembacaan doa tahlil bersama.
"Kami menganggap Salim Kancil adalah Syuhada Lingkungan. Semoga Khusnul Khotimah, "pungkas Mahathir.
Seperti diketahui kasus pembunuhan aktivis petani Salim Kancil telah menarik perhatian seluruh pemangku kekuasaan. Bahkan Presiden Joko Widodo telah meminta Polri untuk menuntaskan kasus ini.
Dalam perkembangan Kepala Desa Selok Awar Awar telah ditetapkan sebagai tersangka. Namun diduga masih ada aktor intelektual yang belum terungkap sepenuhnya.
(Muhammad Sabarudin Rachmat (Okezone))